Koma.id – Nilai tukar rupiah kembali melanjutkan pelemahannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah berada di level Rp 18.091 per dolar AS pada pukul 23:47 EDT atau sekitar 10:47 WIB, melemah 77 poin atau 0,43% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 18.014 per dolar AS.
Sepanjang perdagangan, rupiah bergerak di kisaran Rp 18.055 hingga Rp 18.103 per dolar AS, setelah dibuka di level Rp 18.057 per dolar AS.
Posisi tersebut semakin mendekati rekor terlemahnya dalam 52 pekan terakhir di Rp 18.209 per dolar AS, sementara level terkuatnya berada di Rp 16.079 per dolar AS.
Secara year-to-date (YTD), nilai tukar rupiah telah terdepresiasi sekitar 8,45% terhadap dolar AS.
Tekanan terhadap rupiah masih dipicu oleh menguatnya permintaan aset safe haven berupa dolar AS di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Serangan militer AS terhadap Iran, mendorong kekhawatiran inflasi global melalui lonjakan harga energi dan memperkuat posisi dolar terhadap mayoritas mata uang negara berkembang.
Sebelumnya, Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan secara agresif dalam dua tahap, termasuk kenaikan di luar jadwal pada Juni, untuk meredam tekanan terhadap rupiah dan menjaga stabilitas nilai tukar.
Meski demikian, tekanan eksternal yang kuat membuat mata uang Garuda masih berada dalam tren pelemahan.







