Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Kesehatan

Nipah Mengintai dari Sayap Malam, Kelelawar Jadi Alarm Ancaman Kesehatan Alam

Views
×

Nipah Mengintai dari Sayap Malam, Kelelawar Jadi Alarm Ancaman Kesehatan Alam

Sebarkan artikel ini
Waspada Risiko Nipah Bisa dari Buah dan Hewan Ternak

Koma.id, Jakarta – Virus Nipah kembali menjadi perhatian setelah terdeteksi pada populasi kelelawar di Indonesia. Direktur Pascasarjana Universitas YARSI, Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan bahwa virus Nipah merupakan penyakit zoonosis berbahaya yang menyebar di kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan.

Menurut Tjandra, hingga saat ini kasus infeksi virus Nipah pada manusia tercatat masih terjadi di India. Namun, secara historis wabah serupa pernah muncul di Malaysia, Singapura, Filipina, dan Bangladesh. Penyakit ini diketahui berasal dari kelelawar buah genus Pteropus yang berperan sebagai reservoir alami virus.

Silakan gulirkan ke bawah

Penularan virus Nipah ke manusia dapat terjadi secara langsung melalui kontak dengan hewan terinfeksi, maupun tidak langsung lewat konsumsi makanan yang telah terkontaminasi. Oleh karena itu, keberadaan virus ini di alam tetap menjadi ancaman laten bagi kesehatan masyarakat.

Bukti ilmiah keberadaan virus Nipah di Indonesia pertama kali dipaparkan melalui penelitian yang dilakukan oleh Indrawati Sendow, Atik Ratnawati, dan Trevor Taylor. Studi berjudul “Nipah Virus in the Fruit Bat Pteropus vampyrus in Sumatera, Indonesia” yang dipublikasikan di jurnal ilmiah internasional PLOS pada Juli 2013, mengungkapkan bukti molekuler pertama bahwa virus Nipah beredar di populasi kelelawar buah Pteropus vampyrus di Sumatera.

Temuan terbaru kembali menguatkan sinyal kewaspadaan. Penelitian yang dilakukan oleh Dimas Bagus Wicaksono Putro, Arief Mulyono, dan tim peneliti lainnya meneliti 64 kelelawar buah yang diperoleh dari pasar hewan di Yogyakarta dan Magelang. Dari jumlah tersebut, dua kelelawar yang berasal dari Magelang dinyatakan positif mengandung virus Nipah.

Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Emerging Infectious Diseases pada April 2025 dengan judul “Nipah Virus Detection in Pteropus hypomelanus Bats, Central Java, Indonesia.”

Rangkaian temuan ini menunjukkan bahwa meski belum ditemukan kasus pada manusia di Indonesia, virus Nipah telah lama beredar di satwa liar. Para ahli menilai deteksi dini dan pengawasan ketat menjadi kunci untuk mencegah potensi lonjakan wabah di masa depan.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.