Koma.id, Jakarta – Pengunduran diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman serta empat petinggi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di tengah anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menuai perhatian luas. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengapresiasi langkah tersebut sebagai bentuk tanggung jawab di saat pasar keuangan nasional tengah bergejolak.
Hasto menilai, kondisi saat ini menuntut soliditas seluruh otoritas, mulai dari sektor moneter, fiskal, hingga sektor riil, untuk duduk bersama membahas persoalan yang terjadi agar kepentingan rakyat dan negara tidak menjadi korban. Ia juga menyoroti melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang disebut telah menyentuh titik terendah sepanjang sejarah, sehingga membutuhkan respons kebijakan yang terkoordinasi dan cepat.
YLBHI: Urusan Begal Bukan Tugas Tentara
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengimbau publik agar tidak panik menyikapi dinamika IHSG pascapengunduran diri pimpinan OJK dan BEI. Menurutnya, gejolak pasar perlu dilihat secara rasional, dengan tetap menjaga kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi nasional.
Sekarang Bukan Lagi Isu Dwifungsi, TNI Dinilai Sudah Masuk ke Semua Sektor Dari MBG hingga Koperasi
Di sisi lain, ekonom Universitas Brawijaya Noval Adib menilai rangkaian pengunduran diri tersebut bukan peristiwa biasa. Ia menyebut, langkah itu mencerminkan beratnya persoalan struktural di pasar modal yang belum terselesaikan, khususnya terkait isu free float menjelang tenggat waktu yang ditetapkan regulator.










