Komaid | Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada Kamis (08/01) akan bervariasi, dengan potensi hujan disertai kilat, petir, dan angin kencang di sejumlah titik. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama pada siang hingga sore hari.
Pada pagi hari, cuaca relatif cerah hingga berawan tebal. Hujan ringan berpeluang turun di Kepulauan Seribu, Kabupaten Bekasi, Kabupaten dan Kota Tangerang, serta Kota Bogor. Sementara itu, hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Bogor.
Memasuki siang hingga sore, hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Jabodetabek. Adapun hujan sedang hingga lebat diprakirakan melanda Kabupaten dan Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Kabupaten Bogor, serta Kabupaten Bekasi.
BMKG mencatat suhu udara di Bogor berkisar 20–28 derajat Celsius, sementara wilayah Jabodetabek lainnya berada pada rentang 24–32 derajat Celsius. Kelembapan udara cukup tinggi, mencapai 70–98 persen, dengan angin permukaan bertiup dari arah barat daya hingga barat laut berkecepatan 2–40 km/jam.
Belasan Ribu Massa di Jember Dukung Program Strategis Prabowo, Minta MBG Tetap Dilanjutkan
Pada malam hari, sebagian wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Pusat diprakirakan cerah berawan, sementara Jakarta Timur dan Jakarta Utara berawan. Kepulauan Seribu diperkirakan berawan tebal.
BMKG juga mengingatkan potensi hujan disertai kilat dan angin kencang dapat terjadi pada dini hari di Kepulauan Seribu dan Jakarta Utara, serta siang hingga sore di Jakarta Timur, Kabupaten dan Kota Tangerang, serta Kota Tangerang Selatan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, terutama di wilayah rawan banjir dan genangan. Warga diminta menyesuaikan jadwal perjalanan, menyiapkan perlengkapan hujan, serta memastikan saluran air di lingkungan tidak tersumbat.
“Langkah sederhana tersebut dapat membantu meminimalkan risiko akibat cuaca ekstrem,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.








