Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Setahun MBG, Presiden Prabowo Klaim 55 Juta Penerima Manfaat

Views
×

Setahun MBG, Presiden Prabowo Klaim 55 Juta Penerima Manfaat

Sebarkan artikel ini
Setahun MBG, Presiden Prabowo Klaim 55 Juta Penerima Manfaat
Presiden Prabowo Subianto di Retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1). (Foto/BPMI Setpres)

Koma.id Presiden Prabowo Subianto mengumumkan capaian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menjangkau 55 juta penerima manfaat per 5 Januari 2026, tepat satu tahun sejak program tersebut diluncurkan. Capaian ini disebut Prabowo sebagai prestasi besar dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Prabowo membandingkan pencapaian MBG dengan program serupa di negara lain. Ia menyebut, di Brasil dibutuhkan waktu sekitar 11 tahun untuk menjangkau 40 juta anak sekolah melalui program makan bergizi. Menurutnya, keberhasilan Indonesia memperluas jangkauan MBG dalam waktu relatif singkat tidak terlepas dari kerja sama lintas sektor dan soliditas seluruh elemen bangsa.

Silakan gulirkan ke bawah

Presiden menegaskan bahwa MBG merupakan program strategis nasional yang menempatkan pembangunan manusia sebagai fondasi utama pembangunan jangka panjang. Karena itu, ia menilai keberlanjutan dan kualitas pelaksanaan program harus terus dijaga.

Sejalan dengan itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden memberikan perhatian khusus terhadap aspek tata kelola MBG. Kepala Negara meminta Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meningkatkan disiplin dalam penerapan prosedur teknis di lapangan, terutama guna mencegah terulangnya insiden tidak diinginkan yang sempat terjadi pada Desember 2025 lalu.

Menurut Prasetyo, evaluasi menyeluruh terus dilakukan agar pelaksanaan MBG berjalan sesuai standar keamanan pangan, kesehatan, dan distribusi yang telah ditetapkan. Pemerintah menilai penguatan pengawasan menjadi kunci menjaga kepercayaan publik terhadap program prioritas tersebut.

Untuk mendukung keberlanjutan MBG, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp335 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2026. Anggaran tersebut akan digunakan untuk pembiayaan operasional, pengadaan pangan, distribusi, serta penguatan kelembagaan pelaksana program.

Selain itu, pemerintah juga membuka ruang terhadap berbagai usulan pengembangan program. Salah satunya adalah perluasan sasaran penerima manfaat MBG, termasuk anak jalanan dan penyandang disabilitas. Prasetyo menegaskan pemerintah terbuka terhadap masukan dari masyarakat dan pemangku kepentingan sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan.

Pemerintah menilai MBG bukan sekadar program bantuan sosial, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas generasi masa depan. Dengan cakupan yang terus diperluas dan tata kelola yang diperkuat, MBG diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap perbaikan gizi, kesehatan, dan produktivitas masyarakat Indonesia.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.