Koma.id– Polemik seputar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kampar, Riau, berakhir dengan klarifikasi resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Isu ini muncul setelah pengakuan seorang orang tua siswa PAUD di media sosial yang menyebut mendapat intimidasi usai mengkritik paket makanan program tersebut, bahkan mengklaim anaknya diminta mencari tempat belajar lain.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa berdasarkan hasil klarifikasi dengan seluruh pihak terkait, tidak ditemukan pelanggaran hak anak, termasuk pengeluaran siswa dari sekolah.
“Program MBG tidak boleh menimbulkan dampak negatif terhadap hak anak, khususnya hak memperoleh pendidikan. Setelah dilakukan klarifikasi, dapat dipastikan tidak ada anak yang dikeluarkan dari sekolah,” kata Dadan.
BGN memfasilitasi pertemuan antara orang tua, pihak PAUD, dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat. Dari pertemuan tersebut, disepakati bahwa polemik yang viral dipicu oleh kesalahpahaman komunikasi dalam grup WhatsApp, tanpa ada keputusan administratif untuk mengeluarkan siswa.
Pihak PAUD dan SPPG juga membantah adanya instruksi, ancaman, atau intimidasi terhadap orang tua siswa.
Sebelumnya, video pengakuan orang tua siswa penerima MBG yang merasa mendapat tekanan akibat mengunggah kritik telah viral di media sosial.







