Koma.id– Penganiayaan senior ke junior kembali makan korban. Dua kasus terbaru, yakni kematian Prada Lucky Namo di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Prada HMN di barak Yon Arhanud 4/AAY, Gowa, Sulawesi Selatan.
Sementara itu, tiga prajurit TNI AD dari Yonarhanud 4/Arakata Akasa Yudha resmi ditahan dan tengah diperiksa intensif oleh penyidik Polisi Militer Kodam (Pomdam) XIV/Hasanuddin. Mereka diduga terlibat dalam penganiayaan terhadap juniornya, Prada HMN, yang tewas saat bertugas di Barak Baterai C, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Kapendam XIV/Hasanuddin Kolonel (Kav) Budi Wirman menyampaikan bahwa ketiga prajurit tersebut sudah diperiksa dan kini dalam proses pendalaman kasus.
“Sudah ada diperiksa tiga orang (terduga pelaku). Sekarang masih didalami penyelidikan dan masih saksi,” ujar Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XIV Hasanuddin Kolonel (Kav) Budi Wirman, dilansir Antara, Jumat (7/11/2025).
Ketiga terduga pelaku merupakan senior korban dengan inisial Prada AG, Prada WE, dan Prada FL. Meski telah ditahan, ketiganya belum ditetapkan sebagai tersangka karena proses pemeriksaan masih berlangsung.
“Belum (tersangka), sekarang masih masa pemeriksaan dan ditangani sementara di POM. Mulai diperiksa kalau saya tidak salah setelah kejadian itu,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penyidik telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk tiga prajurit tersebut. Penyidik Pomdam kini mendalami keterlibatan mereka dalam dugaan penganiayaan yang menyebabkan tewasnya Prada HMN.
“Tiga orang ini masih kita dalami (keterlibatannya) sampai sekarang, sekarang sudah ditahan di POM,” ujar perwira TNI Angkatan Darat ini menekankan.
Terkait kemungkinan penetapan tersangka, Budi belum dapat memastikan karena proses penyidikan masih berjalan. Ia juga menyebut hasil autopsi korban masih dalam pengolahan tim penyidik.
“Untuk ini saya nggak bisa (soal penetapan status) ngasih keterangan pasti, karena ini kewenangan Pomdam soal penyidikan. Tapi, namanya penyidikan, semuanya bisa berkembang. Soal otopsi kita belum tahu, karena semua masih diolah tim penyidik dari POM,” ujarnya.







