Koma.id– Gelombang penolakan terhadap rencana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada mantan Presiden Soeharto terus meluas di berbagai kalangan. Setelah sejumlah organisasi masyarakat sipil menyatakan keberatan, kini Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA) turut menegaskan penolakannya atas wacana tersebut.
KIKA menilai bahwa pengusulan nama Soeharto sebagai Pahlawan Nasional merupakan bentuk pengkhianatan terhadap semangat reformasi dan penghinaan terhadap para korban pelanggaran hak asasi manusia pada masa Orde Baru.
Sikap ini sekaligus mempertegas bahwa perdebatan soal rekam jejak Soeharto masih menjadi luka terbuka dalam sejarah politik Indonesia.
Penolakan dari KIKA menambah daftar panjang lembaga dan organisasi masyarakat sipil yang menolak keras rencana tersebut.
Sebelumnya, Amnesty International Indonesia, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), serta organisasi korban Peristiwa 1965 juga menyampaikan keberatan serupa.







