Koma.id – Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, menyesalkan masih adanya pernyataan-pernyataan bernuansa rasis yang kembali memicu reaksi keras di masyarakat. Menurutnya, insiden pembakaran kios di Kabupaten Yalimo seharusnya tidak perlu terjadi apabila tidak ada ucapan yang bersifat diskriminatif.
“Sangat disayangkan masih ada saja pernyataan-pernyataan yang rasis sehingga mengakibatkan reaksi atas pernyataan tersebut. Seharusnya kejadian pembakaran kios di Yalimo tidak perlu terjadi kalau tidak ada pernyataan yang bersifat rasis,” ujar Fernando dalam keterangannya, Senin (16/9/2025).
Fernando mengapresiasi langkah cepat Kepolisian Resor Yalimo yang sigap mencegah konflik agar tidak semakin meluas. Namun, ia menekankan pentingnya pendekatan yang lebih menyeluruh dengan melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh adat Papua.
HSBC Masih Lihat Potensi Kenaikan Emas
“Agar konflik tidak meluas, pihak kepolisian perlu melakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat Papua. Selain itu, memfasilitasi pelaku untuk meminta maaf kepada korban rasis tersebut serta terhadap tokoh-tokoh adat,” tambahnya.
Fernando menilai Papua merupakan wilayah yang rawan konflik dan mudah terprovokasi, sehingga penanganan kasus-kasus semacam ini tidak boleh setengah-setengah.
“Papua yang rawan konflik dan mudah terprovokasi harus segera ditangani sampai tuntas. Kalau tidak dilakukan sampai tuntas akan sangat mudah konflik dipicu kembali,” tegasnya.







