Koma.id– Fitur live streaming TikTok di Indonesia masih belum bisa diakses hingga Minggu (31/8/2025) setelah layanan tersebut dimatikan sejak Sabtu (30/8/2025) pukul 20.40 WIB.
Langkah ini diambil menyusul masifnya aksi massa yang banyak disiarkan melalui fitur live. Meski berdampak pada sebagian pelaku UMKM, Sekretaris Jenderal idEA, Budi Primawan, menilai ekosistem e-commerce cukup adaptif, dan pelaku usaha didorong untuk diversifikasi kanal penjualan agar performa tetap terjaga.
Sementara itu, gelombang unjuk rasa juga memicu kepanikan di kalangan konsumen, yang melakukan panic buying untuk berjaga-jaga jika situasi semakin tidak kondusif. Warga Jakarta dan Bogor, ada yang mengaku menyetok kebutuhan pokok karena khawatir situasi sosial-politik dan kondisi ekonomi, termasuk fluktuasi nilai tukar rupiah dan dolar, akan berdampak pada ketersediaan barang serta harga-harga kebutuhan sehari-hari.
Peternak Menjerit Gegara Harga Telur Anjlok
Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan stabilitas industri perbankan tetap terjaga meski aksi demonstrasi berlangsung.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menekankan pelayanan perbankan tetap optimal melalui ATM, mobile banking, dan kantor cabang. Ia mengimbau masyarakat tetap tenang, memastikan keamanan dana nasabah, dan mengandalkan sarana perbankan yang ada meski kondisi sosial-politik bergejolak.







