Koma.id– Suasana pengajian malam Muharram di Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, berubah mencekam pada Rabu (22/7/2015) malam. Bentrokan pecah antara dua organisasi massa Islam, yakni Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI-LS) dan Front Persatuan Islam (FPI), saat acara ceramah yang menghadirkan Habib Muhammad Rizieq Shihab.
Kericuhan bermula ketika rombongan Habib Rizieq dijadwalkan hadir dalam agenda ceramah keagamaan. Namun, kelompok massa dari PWI-LS yang sudah lebih dulu berkumpul di salah satu masjid wilayah tersebut menyatakan penolakan terhadap kedatangan Rizieq.
Mereka berusaha membubarkan acara tersebut. Mereka kemudian berusaha menerobos masuk ke lokasi pengajian, yang dijaga aparat kepolisian. Sebagian dari massa berhasil mendekati panggung dan melakukan pelemparan batu. Saat ceramah berlangsung, Habib Rizieq menyampaikan adanya korban akibat bentrokan tersebut.
Ia pun meminta pihak kepolisian untuk menindak pelaku kekerasan secara hukum. Sebelum insiden, PWI-LS Kabupaten Pemalang telah melayangkan surat kepada seluruh pimpinan daerah PWI-LS di Jawa Tengah dan Jawa Barat, berisi permohonan pengiriman pasukan untuk menghadang dan menolak ceramah Habib Rizieq.
Massa PWI-LS kemudian mendatangi lokasi ceramah dan berupaya menerobos barikade aparat kepolisian. Sebagian berhasil mendekati area panggung utama, dan situasi memanas ketika terjadi aksi pelemparan batu. Bentrokan pun tak terelakkan. Kontak fisik terjadi dan lima orang dilaporkan mengalami luka akibat senjata tajam.
Dalam ceramahnya yang tetap berlangsung di tengah situasi genting, Habib Rizieq menyampaikan keprihatinannya terhadap korban luka-luka dan mendesak aparat kepolisian agar segera bertindak tegas terhadap pelaku kekerasan.







