Koma.id, Jakarta — Gelombang unjuk rasa besar dipastikan bakal mengguncang jantung Ibu Kota pada Senin, 21 Juli 2025. Ribuan tenaga honorer non data base Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang tergabung dalam Aliansi R4 Indonesia bersiap memadati jalanan Jakarta untuk menyuarakan nasib mereka yang hingga kini masih terkatung-katung.
Sekretaris Jenderal Aliansi R4 Indonesia, Rini Antika, mengonfirmasi aksi akan diikuti sekitar 20.000 massa lintas profesi, mulai dari guru, tenaga kesehatan, Satpol PP, hingga pamdal. Titik kumpul dijadwalkan di Masjid Istiqlal Jakarta sejak pukul 07.00 WIB, sebelum massa bergerak menuju Istana Negara.
Dalam aksi ini, mereka membawa tiga tuntutan utama kepada Presiden Prabowo Subianto. Salah satu poin paling mendesak adalah permintaan penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) khusus yang mengatur nasib honorer Non Data Base BKN (R4). Mereka juga mendesak agar honorer R4 yang telah mengikuti seleksi PPPK TA 2024 segera diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Kami tidak menuntut yang berlebihan. Kami hanya ingin kejelasan hukum dan keadilan. Presiden harus mendengar jeritan kami,” tegas Rini Antika.
Namun, di tengah persiapan aksi, muncul gangguan serius. Koordinator Wilayah Aliansi R4 untuk DKI Jakarta mengaku ponselnya diretas sehingga aplikasi WhatsApp tidak dapat diakses dan baru akan pulih dalam tujuh hari ke depan. Tak hanya itu, akun Instagram resmi @r4\_p3k\_jakarta yang menjadi wadah berbagi informasi antar anggota juga mengalami serangan digital. Akun tersebut sempat tidak bisa diakses selama lebih dari dua jam, menimbulkan kekacauan dalam konsolidasi aksi.
“Kami curiga ada upaya pihak tertentu yang ingin menggagalkan aksi kami. Tapi kami tidak gentar!” kata salah satu pengurus R4 DKI Jakarta.









