Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Entertainment

Epy Kusnandar Tersentuh Peran Mayat Hidup, Wasiat Kematian Mengalir dari Hati

Views
×

Epy Kusnandar Tersentuh Peran Mayat Hidup, Wasiat Kematian Mengalir dari Hati

Sebarkan artikel ini
Epy Kusnandar Tersentuh Peran Mayat Hidup, Wasiat Kematian Mengalir dari Hati

Koma.id | Jakarta – Dalam gelombang sorotan dunia hiburan, sebuah pesan lirih mengemuka dari aktor kawakan Epy Kusnandar. Bukan tentang proyek terbarunya atau karier gemilangnya, melainkan wasiat pribadi yang sederhana tapi sarat makna.

“Kalau saya meninggal nanti, kuburkan saya di Garut, di kampung kelahiran saya.”

Silakan gulirkan ke bawah

Pernyataan itu bukan sekadar simbol asal-usul, melainkan refleksi mendalam yang lahir dari proses batin yang ia alami saat memerankan karakter mayat hidup dalam film horor Selepas Tahlil.

Lewat tokoh Hadi, ayah yang bangkit dari kematian demi menuntaskan utang batin dan rahasia masa lalu, Epy menjelajah sisi kehidupan yang jarang disentuh oleh akting biasa yakni kematian yang tak tuntas.

“Saya merasa seperti mati sungguhan yang meninggalkan utang perasaan, utang pikiran. Rasanya berat,” ujarnya, menggambarkan pengalaman itu sebagai titik balik spiritual.

Meski peran tersebut lahir dari naskah fiksi, dampaknya nyata. Epy menyebut pengalaman itu mengingatkannya pada pentingnya merawat hubungan, menuntaskan hal-hal sebelum terlambat, dan mendekatkan diri pada asal-usul yang memberi kehidupan.

Garut, tanah kelahirannya, bukan hanya tempat pertama ia menghirup udara, tapi juga ruang yang ia pilih sebagai titik akhir perjalanan hidupnya. Baginya, kembali ke Garut adalah pulang dalam arti sesungguhnya, menyatu dengan tanah yang pernah mendidik jiwa dan mimpinya.

Di balik layar gala premiere Selepas, Epy menyampaikan pesan itu setelah berbagi pengalaman syuting yang penuh refleksi. Meski sempat dirawat karena keracunan sebelum acara, ia hadir sebagai bentuk tanggung jawab dan kecintaan terhadap karya.

Film ini sendiri dijadwalkan tayang pada 10 Juli 2025, dengan latar Surabaya tahun 1980-an, menggabungkan horor supranatural dan drama keluarga. Tapi di balik kisah layar lebar itu, satu hal paling nyata justru hadir dari hati seorang aktor yang tak lagi sekadar memainkan karakter. Epy Kusnandar mengingatkan kita bahwa hidup, dan kehilangan, adalah cerita paling jujur yang bisa kita wariskan.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.