Koma.id– Gelombang penolakan terhadap wacana pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto, semakin membesar. Puluhan aktivis dari Gerakan Masyarakat Adili Soeharto (Gemas) menggelar aksi demonstrasi di depan Kementerian Sosial, Salemba, Jakarta, Kamis (15/5/2025).
Para pengunjuk rasa menyuarakan keberatan terhadap usulan pemberian gelar pahlawan yang disebut berasal dari aspirasi akar rumput. Mereka menilai Soeharto justru meninggalkan jejak sejarah kelam, terutama berkaitan dengan pelanggaran hak asasi manusia, otoritarianisme, dan kasus korupsi besar.
Kualitas Udara Tak Sehat, Pemkot Lubuklinggau Berlakukan Pembelajaran Jarak Jauh di Sekolah
Sejumlah perwakilan Gemas diizinkan masuk untuk bertemu dengan Staf Khusus Menteri Sosial, Abdul Malik. Tak lama berselang, Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul turut hadir menjelang berakhirnya audiensi, menunjukkan kesediaannya untuk mendengarkan langsung keresahan publik.
Polri Gandeng Masyarakat Amankan MotoGP Mandalika 2026, Pengamanan Diperketat Hingga Hari Terakhir
Kepala Divisi Pemantauan Impunitas Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Jane Rosalina, yang turut mendampingi massa aksi, mengungkapkan bahwa penolakan terhadap gelar pahlawan untuk Soeharto juga datang dari komunitas internasional.











