Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Polhukam

Publik Ingatkan Tweet Lama Prof Henri Soal Ijazah Jokowi

Views
×

Publik Ingatkan Tweet Lama Prof Henri Soal Ijazah Jokowi

Sebarkan artikel ini
Jokowi dan Prof Henri Subiakto
Jokowi dan Prof Henri Subiakto.

Mempertanyakan kelulusan Presiden dari UGM iti sebenarnya, menghina nalar dan moral bangsa Indonesia.

KOMA.ID, JAKARTA – Banyak kalangan yang saat ini ikut mengamplifikasi soal isu kelulusan Joko Widodo dari Universitas Gadjah Mada (UGM), tak terkecuali Prof Henri Subiakto, sosok akademisi sekaligus pakar komunikasi dari Universitas Airlangga tersebut.

Silakan gulirkan ke bawah

Namun, sikap Prof Henri kemudian disentil oleh netizen yakni Dwi Oktariyadi. Pemilik akun X @dwioktariyadi pun mengingatkan bahwa Prof Henri pernah memberikan pembelaan pada Jokowi lima tahun lalu, di mana saat itu Prof Henri masih merupakan Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

“Semua misleading dan hoax seputaran ijazah Pak Jokowi, kalau mau tracing ke belakang semua postingan Pak @henrysubiakto medio 2020 akan terjawab semua kok. Di situ lengkap dan terperinci plus disertai photo². Tp itu dulu, postingan²nya 5 tahun yg lalu,” tulis @Dwi Oktariyadi, Selasa (22/4/2025).

Salah satunya yang diangkat adalah tweet Heri Subiakto pada tanggal 1 Mei 2020 lalu, di mana ia pernah menyebut bahwa pihak-pihak yang mempertanyakan kelulusan Jokowi dari UGM sama halnya mereka menghina nalar dan moral bangsa.

“Mempertanyakan kelulusan Presiden dari UGM iti sebenarnya, menghina nalar dan moral bangsa Indonesia. Bangsa ini pantas marah dan mengecam pada pelakunya,” tulis @henrysubiakto.

Kemudian tweet itu pun direspons oleh akun anonim @Cakmust1. Ia menilai bahwa mempertanyakan kebenaran sebenarnya bukan penghinaan terhadap nalar dan moral.

“Bertanya ttg kebenaran kok dianggap menhhina nalar dan moral…. Tinggal jawab dan kasih bukti kan beres…. Jilattttt terus profffff xixixixixiiiii…. Sampai kilatttt,” tulis @Cakmust1.

Lantas komentar itu pun direspons lagi oleh Prof Henry, bahwa mempertanyakan kelulusan Jokowi juga dinilai tak percaya dengan UGM hingga KPU sebagai lembaga pendidikan dan penyelenggara kepemiluan.

“Yg msh mempertanyakan kelulusan itu sama saja tdk percaya UGM, tdk percaya KPU, Bawaslu di semua level dan waktu, tdk percaya Kepolisian, tdk percaya Pemerintah, bahkan tdk percaya kebaikan dan nalar bangsa ini,” sambung Henry.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.