Koma.id– Kunjungan sejumlah perwira menengah Polri yang tengah menempuh pendidikan di Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) ke Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, menimbulkan spekulasi politik lantaran dinilai bukan sekadar kunjungan biasa.
Padahal kedatangan para Serdik Sespimmen itu hanya untuk meminta pandangan dari Jokowi sebagai mantan kepala negara.
Pengamat politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno juga meminta publik jangan buru-buru menilai bahwa ada matahari kembar. Istilah yang merujuk pada adanya figur di luar Presiden RI Prabowo Subianto yang dianggap memiliki pengaruh kuat dalam pengambilan keputusan.
Sementara itu, peneliti media dan politik Asia Tenggara Buni Yani menuturkan kunjungan tersebut dinilai sebagai bukti bahwa jaringan kekuasaan Jokowi belum sepenuhnya padam, meskipun tidak sekuat saat masih menjabat. Keberadaan relasi itu tetap menjadi faktor penting dalam memetakan peta kekuasaan dan arah kebijakan di masa depan.
Terpisah perwakilan peserta, Kombes Denny, selaku Patun Pokjar II,
menyatakan bahwa pertemuan dilakukan untuk menyerap pengalaman dan pandangan Jokowi sebagai sosok yang pernah menghadapi dinamika pemerintahan baik dalam skala nasional maupun global.







