Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Ekonomi

Rupiah Terkapar Usai Tarif Trump, Sinyal Indonesia di Persimpangan?

Views
×

Rupiah Terkapar Usai Tarif Trump, Sinyal Indonesia di Persimpangan?

Sebarkan artikel ini
Gegara Kebijakan Dagang Trump Guncang Pasar, Pemerintah RI Gerak Cepat Siapkan Jalur Diplomasi
US President Donald Trump displays a signed executive order during a tariff announcement in the Rose Garden of the White House in Washington, DC, US, on Wednesday, April 2, 2025. Trump is imposing tariffs on US trading partners worldwide, his biggest assault yet on a global economic system he has long bemoaned as unfair. Photographer: Jim Lo Scalo/EPA/Bloomberg

Koma.id Efek dari kebijakan tarif tinggi yang kembali diusung mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mulai dirasakan keras oleh negara-negara Asia. Bukan hanya pasar saham yang limbung, tetapi nilai tukar mata uang regional pun ikut ambruk. Indonesia tak luput. Rupiah bahkan mencetak rekor terburuk sepanjang sejarahnya.

Pagi ini, Selasa (8/4), nilai tukar rupiah di pasar nondeliverable forward (NDF) menyentuh Rp 17.261 per dolar AS pada pukul 10.43 WIB. Sebuah angka yang belum pernah disentuh sebelumnya. Sebagai perbandingan, sebelum libur Lebaran, rupiah masih berada di level Rp 16.700/USD. Dalam hitungan hari, tekanan global yang dipicu kebijakan dagang Trump membuat pasar Indonesia bergetar.

Silakan gulirkan ke bawah

Pakar ekonomi global dari Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, menilai kondisi rupiah memang rentan menghadapi tekanan eksternal. Namun, ia menegaskan bahwa situasi ini jauh dari krisis seperti 1998.

Menanggapi kegentingan situasi ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan mengumumkan sikap resmi pemerintah Indonesia terhadap kebijakan tarif Trump. Dijadwalkan pada pukul 13.00 WIB, Presiden Prabowo akan menyampaikan pidato ekonomi yang merespons gejolak global dan langkah yang akan ditempuh Indonesia.

 

Sementara itu, Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jumhur Hidayat mengatakan bahwa kejadian ini bisa menjadi dorongan untuk menjadikan Indonesia yang berdikari dengan menjalankan sirkulasi ekonomi domestik yang semakin kokoh sehingga tidak terguncang keras bila terjadi gejolak pada pasar global.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.