Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
HeadlineNasional

Tragis, Tiga Polisi yang Tewas Ditembak oleh Oknum TNI : Sudah Meninggal Masih Dikriminalisasi !

Views
×

Tragis, Tiga Polisi yang Tewas Ditembak oleh Oknum TNI : Sudah Meninggal Masih Dikriminalisasi !

Sebarkan artikel ini
Tragis, Tiga Polisi yang Tewas Ditembak oleh Oknum TNI : Sudah Meninggal Masih Dikriminalisasi !

Jakarta – Barisan Aktivis Timur (BAT) mengaku kasihan dengan tiga Polisi yang gugur menjalankan tugas melakukan penggerebekan judi Sabung Ayam itu masih difitnah oleh pihak-pihak tertentu.

Pasalnya, tiga Polisi yang tewas ditembak oleh oknum TNI itu dituding meminta tambahan setoran lapak judi sabung ayam di Way Kanan Lampung.

Silakan gulirkan ke bawah

“Sadis fitnahnya, Polisi yang ditembak sudah meninggal pun masih dikriminalisasi. Udah mati, mana bisa lakukan pembelaan,” tegas Sekjen BAT, Hasan, hari ini.

Sebelumnya, Tiktoker Netha Viany, dalam unggahannya menuding bahwa peristiwa tembak-menembak itu dipicu oleh kenaikan “setoran” yang diminta aparat kepolisian dari Rp1 juta menjadi Rp20 juta per hari terkait judi sabung ayam.

Selain itu, juga marak konten buzzer yang serupa menuding tiga anggota Polisi itu menerima setoran itu berseliweran di media sosial.

Menurut dia, tudingan tersebut sangat jahat disaat tiga Polisi yang gugur itu tidak bisa melakukan pembelaan dengan menyampaikan keterangan sesuai fakta yang ada dalam insiden tersebut.

“Sekarang 3 Polisi yang meninggal tadi harus mencari keadilan lewat mana. Gimana tiga almarhum ini melakukan pembelaan. Tudingan yang disampaikan tak mendasar. Hati-hati karma itu nyata,” ujarnya.

Dia juga mengingatkan Kapendam II Sriwijaya, Kolonel Inf Eko Syah Putra Siregar agar tidak cepat menyimpulkan hasil keterangan atau pengakuan tersangka soal dugaan setoran ke Polsek dan Koramil itu diruang publik.

“Harusnya menyampaikan keterangan berimbang, tidak cuma keterangan tersangka saja. Tapi juga dari pihak Polsek maupun Koramil. Jangan sampai berat sebelah, sebab keterangan ini dikonsumsi oleh publik dan bisa telan mentah-mentah. Ibarat berita itu cover both side,” sebutnya.

“Saran kami, sebaiknya Pak Kapendam ini turun temui keluarga korban, anggota yang ikut dalam operasi penggerebekan. Jangan mendengarkan sepihak dari tersangka saja. Sebaiknya kita fokus pada kasus pokoknya,” tandasnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.