KOMA.ID, JAKARTA – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid menilai bahwa Veronica Koman adalah salah satu sosok provokator ulung yang ingin Papua pisah dari Indonesia.
“Dia itu provokator. Berkedok melakukan hak demokrasi dan bersuara, tapi sebenarnya misinya untuk memisahkan Papua dari Indonesia. Itu misi dia sebenarnya,” kata Habib Syakur saat dihubungi, Minggu (16/2/2025).
Menurutnya, kegiatan provokasi yang dilakukan Veronica Koman adalah bagian dari propaganda separatisme karena cenderung menuduh pemerintah Indonesia melakukan kejahatan kepada masyarakat Papua, sehingga kepercayaan masyarakat Papua kepada pemerintah Indonesia akan terkikis. Jika demikian yang tercapai, maka langkah untuk memisahkan Papua dari NKRI akan mungkin terjadi.
Frans Freddy Soroti Kericuhan Diskusi di UGM: Kampus Harus Jadi Arena Adu Gagasan, Bukan Adu Emosi
“Yang dirusak kan kepercayaan rakyat kepada pemerintah. Ini sama halnya yang dilakukan Hizbut Tahrir. Bedanya kalau Hizbut Tahrir mau mendirikan negara, tapi kalau Veronica Koman mau Papua pisah dari Indonesia,” ujarnya.
Oleh sebab itu, Ulama asal Malang Raya ini menilai bahwa narasi-narasi provokasi Veronica Koman tidak boleh dibiarkan terus menerus. Sebab, hal ini bisa menjadi bom waktu bagi Indonesia, khususnya eksistensi Papua sebagai bagian dari NKRI.
Ghilman Hanif Ingatkan Kritik Mahasiswa Harus Jadi Bahan Evaluasi, Bukan Ancaman bagi Pemerintah
“Jangan dianggap sepele, perlu disikapi. Pemerintah Indonesia dan aparat harus bertindak. Seharusnya ditangkap dia itu,” tukasnya.
Ia pun menantang Veronica Koman untuk datang ke Indonesia dan melakukan provokasinya di dalam negeri. Jika dilakukan dari luar negeri, tentu hal itu sama halnya pecundang.
“Datang ke Indonesia, pecundang,” ketusnya.
Sebelumnya diberitakan, bahwa Veronica Koman diduga melakukan provokasi dengan menyebut bahwa alasan masyarakat Papua menolak program MBG (makan bergizi gratis) dari pemerintah pusat adalah khawatir diracun.
“Gw udah duga program makan gratis bakal ditolak mentah2 di Papua. Bro, gw aja selalu diwanti2 oleh orang Papua supaya jangan pernah terima makan minum dari aparat/orang pemerintah, takut diracun,” tulis Veronica Koman melalui akun X pribadinya @VeronicaKoman, Senin, 3 Februari 2025.
Ia mengklaim bahwa seluruh aktivis Papua akan patuh pada protokol tersebut, yakni tidak akan mau makan apa pun yang disajikan oleh pemerintah.
“Aktivis Papua disiplin banget soal ini,” sambungnya.
https://x.com/VeronicaKoman/status/1886386140355432790












