Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaKeamanan

Polisi Didesak Tangkap Penyebar Hoax Apel 20 Ribu Pasukan Berani Mati Pembela Jokowi

Views
×

Polisi Didesak Tangkap Penyebar Hoax Apel 20 Ribu Pasukan Berani Mati Pembela Jokowi

Sebarkan artikel ini
Polisi Didesak Tangkap Penyebar Hoax Apel 20 Ribu Pasukan Berani Mati Pembela Jokowi

Koma.id Ketua Umum Perjuangan Rakyat Nusantara (Pernusa), Kanjeng Pangeran Norman, meminta aparat kepolisian segera menangkap pelaku penyebar berita hoax terkait rencana aksi 20 ribu pasukan berani mati yang dikabarkan akan membela Presiden Joko Widodo dalam apel di Tugu Proklamasi. Menurut Norman, berita tersebut tidak hanya fiktif, tetapi juga menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.

“Penyebar hoax dan provokator yang mengklaim akan mengerahkan 20 ribu relawan berani mati harus segera ditangkap karena sangat meresahkan,” tegas Norman pada Senin (23/9/2024).

Silakan gulirkan ke bawah

Norman menegaskan bahwa sosok Koordinator Pasukan, Sukodigdo Wardoyo, yang disebut sebagai pemimpin aksi tersebut, hanyalah tokoh fiktif yang diciptakan untuk memancing kekhawatiran publik. Ia mengkritik adanya kongkalikong yang menciptakan narasi palsu terkait aksi tersebut, dan mendesak proses hukum bagi pelakunya agar kejadian serupa tidak terulang.

“Setiap aksi demonstrasi, apalagi dalam skala besar, harus ada koordinasi dengan pihak kepolisian. Jika tidak ada pemberitahuan resmi, maka jelas ini bohong,” tegas Norman.

Lebih lanjut, Norman menekankan bahwa Presiden Joko Widodo tidak memerlukan pengawalan khusus dari kelompok-kelompok semacam itu. Pasalnya sebagai Panglima Tertinggi TNI dan Polri, sudah menjadi tugas otomatis bagi kedua institusi tersebut untuk mengawal dan melindungi Presiden di manapun ia berada.

“Jadi, rencana apel pasukan berani mati Jokowi yang dihembuskan oleh Sukodigdo Wardoyo ini hanyalah maling teriak maling. Mereka yang menyebarkan hoax ini, sengaja menciptakan keramaian. Sudah sepatutnya aparat kepolisian memeriksa dan menindak penyebarnya,” tutup Norman.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.