Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Prabowo: Banyak Penyusup ke MBG Jadi Maling di Situ

Views
×

Prabowo: Banyak Penyusup ke MBG Jadi Maling di Situ

Sebarkan artikel ini
Prabowo Subianto Hut Polri 80
Presiden Prabowo Subianto saat hadiri upacara HUT Polri ke 80.

Koma.id Presiden Prabowo Subianto mengakui adanya dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG). Meski demikian, ia menegaskan program prioritas pemerintah tersebut akan tetap dilanjutkan karena dinilai penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan lima bendungan secara serentak yang dipusatkan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7/2026).

Silakan gulirkan ke bawah

“MBG kita teruskan, tetapi kita mengerti dan kita sadar banyak juga yang menyusup ke tubuhnya MBG untuk jadi maling di situ,” kata Presiden Prabowo.

Untuk mencegah penyalahgunaan dalam pelaksanaan program, Prabowo meminta seluruh kepala daerah, mulai dari gubernur, bupati, camat, hingga kepala desa, melakukan pengawasan langsung terhadap satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur MBG di wilayah masing-masing.

Presiden meminta setiap dugaan pelanggaran atau penyalahgunaan wewenang segera dilaporkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN). Ia bahkan membuka ruang bagi masyarakat maupun pemerintah daerah untuk menyampaikan laporan langsung kepadanya.

“Saya minta gubernur, bupati, camat, kepala desa boleh periksa semua dapur MBG, saudara periksa. Laporkan ke kepala BGN, kalau perlu lapor ke saya. Gampang, ngomong di TikTok langsung aku kirim tim untuk selesaikan, benar? Enggak usah susah-susah nomor telepon ini,” tutup Prabowo.

Selain pemerintah daerah, Prabowo juga menginstruksikan aparat TNI dan Polri untuk turut mengawasi pelaksanaan program MBG di lapangan. Namun, ia mengingatkan agar pengawasan dilakukan secara profesional dan tidak disalahgunakan.

Presiden secara khusus mengingatkan agar aparat tidak memanfaatkan tugas pengawasan untuk meminta imbalan atau setoran.

“Dandim, kapolres, kapolsek periksa, periksa yang artinya baik, jangan panggil-panggil mau mengerjakan, jangan. Saya sudah lama jadi orang Indonesia, panggil-panggil minta setoran,” kata Prabowo.

Prabowo juga mengajak masyarakat berpartisipasi mengawasi pelaksanaan program MBG. Menurutnya, kemajuan teknologi membuat masyarakat lebih mudah melaporkan dugaan pelanggaran melalui media sosial.

“Rakyat awasi. Rakyat sekarang tidak bodoh. Rakyat punya gadget, tetapi memang ya, orang mau nyolong ada saja. Gue heran juga,” tambahnya.

Dalam pidatonya, Prabowo kembali menegaskan bahwa program makan bergizi gratis merupakan salah satu program strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa, termasuk memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil dan anak-anak.

Menurutnya, pemenuhan gizi yang baik sejak dini akan berpengaruh terhadap perkembangan otak, pertumbuhan fisik, dan kualitas sumber daya manusia Indonesia pada masa mendatang.

“MBG sangat strategis. Makan untuk generasi penerus. Sel otak harus berkembang dengan baik, sel otot harus baik. Dia bisa jadi ilmuwan, dokter. Kalau makan enggak bagus, tidak maksimal,” imbuhnya.

Prabowo juga menyinggung perhatian pemerintah terhadap pemenuhan gizi bagi ibu hamil sebagai bagian dari strategi pembangunan manusia.

“Kita mungkin satu-satunya negara yang memberi makan kepada ibu hamil,” tutupnya.

Dengan melibatkan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta masyarakat, pemerintah berharap pelaksanaan program MBG dapat berlangsung transparan, tepat sasaran, dan bebas dari praktik penyimpangan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh penerima yang berhak.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.