Koma.id – Elektabilitas Airin Rachmi Diany begitu meroket. Sayangnya, kemungkinan besar Airin tak dapat tiket untuk maju di Pilgub Banten 2024. Nasib Airin ini mirip dengan Anies Baswedan, yang punya elektabilitas tinggi tapi tak bisa maju di Pilgub Jakarta 2024.
Tingginya elektabilitas Airin tergambar dalam survei terbaru yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI). Dalam simulasi head to head, Airin unggul jauh dari Andra Soni, calon yang diusung oleh Gerindra Cs di Pilkada Banten. Airin memperoleh 77,3 persen, sedangkan Andra Soni cuma 10 persen.
Jurnalis Republika Ditangkap Tentara Israel
“Airin Rachmi Diany konsisten unggul dalam berbagai survei terkait calon Gubernur Banten,” kata Pendiri Lingkar Studi Masyarakat dan Hukum (RUSH) Hudjolly, Senin (19/8/2024).
Ia menyebut, hasil survei LSI memperkuat tren keunggulan Airin dalam berbagai simulasi pemilihan. Dalam simulasi dua pasang calon, Airin yang diduetkan dengan Ade Sumardi juga unggul jauh dari pasangan Andra Soni-Dimyati Natakusuma. Airin-Ade memperoleh 73,7 persen, sedangkan Andra-Dimyati 12,2 persen.
Namun, tingginya hasil survei ini tak menjamin jalan Airin menuju Pilgub Banten mulus. Sebab, saat ini, mayoritas parpol di tanah jawara sudah bergabung dalam Koalisi Banten Maju mendukung Andra-Dimyati. Golkar, sebagai partai tempat berlabuh Airin, ada kemungkinan gabung dengan Koalisi Banten Maju.
Sekjen Partai Golkar Lodewijk F Paulus menyatakan, sejauh ini pihaknya belum menentukan nasib Airin di Pilkada Banten. Golkar masih akan melihat perkembangan yang terjadi.
“Sementara itu kan belum. Tergantung, kita lihat nanti situasi politik,” kata Lodewijk, di Jakarta, Senin (19/8/2024).
Namun, dia membuka peluang Golkar memberi tugas lain ke Airin dan tidak maju di Pilgub Banten. “Bu Airin mungkin kita akan arahkan ke tugas lain. Nanti kita lihat dulu,” ucapnya.
Nasib Airin ini mirip dengan yang dialami Anies. Sampai saat ini, dalam survei-survei, Anies masih unggul dibanding Ridwan Kamil. Namun, Anies hampir pasti tidak mendapatkan tiket di Pilkada Jakarta, karena 12 parpol sudah bergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus mendukung Ridwan Kamil-Suswono.
Tingginya elektabilitas Anies tergambar dari survei terbaru yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). “Anies mendapat 42,8 persen, Ridwan Kamil 34,9 persen, dan yang belum tahu 22,3 persen,” terang Direktur Riset SMRC Deni Irvani, saat memaparkan hasil surveinya, Minggu (18/8/2024).
Melihat kondisi ini, Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro menyebut hitung-hitungan politik di Pilkada sudah berubah. Yang terjadi saat ini adalah dimensi kualitatif, yakni akseptabilitas politik seorang kandidat di dalam koalisi partai. Saat ini, dimensi kuantitatif, yang berpusat pada elektabilitas kandidat, sudah ditinggalkan.
“Sehingga, sosok seperti Anies dan Airin yang punya elektabilitas tinggi mesti berjuang lagi merebut simpati partai-partai yang berkoalisi,” ucap Baskoro, saat dihubungi, Senin (19/8/2024) malam.
Untuk kelanjutan karier, kata Baskoro, masa depan Airin lebih cerah ketimbang Anies. Sebab, Airin merupakan kader Golkar yang notabene anggota KIM. Jika tidak bisa maju di Pilkada 2024, Airin kemungkinan akan menempati pos strategis lain.













