Koma.id– Suasana lain terjadi di CFD Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, pada Minggu (30/6), ketika Aliansi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Kepolisian menggelar aksi menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Polri. Massa yang terdiri dari berbagai organisasi masyarakat membawa sejumlah spanduk bertuliskan “Tolak RUU Polri” sambil menampilkan poster dengan foto Afif yang bertuliskan “all eyes on Afif”.
Peneliti dari Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK), Bugivia Maharani, memberikan penjelasan yang mendalam mengenai alasan di balik penolakan ini. Menurut Maharani, RUU Polri tidak masuk dalam prioritas Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan tiba-tiba muncul sebagai inisiatif DPR bulan lalu, menggeser beberapa RUU lain yang lebih mendesak seperti RUU Masyarakat Adat dan RUU Pekerja Rumah Tangga (PPRT).
Jurnalis Republika Ditangkap Tentara Israel
Di tengah situasi politik yang tegang, upaya dari Aliansi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Kepolisian ini menambah dinamika dalam perdebatan publik tentang peran dan kewenangan kepolisian dalam konteks hukum dan hak asasi manusia.
Sekarang Pejabat Gemar Bohong, Prof Romli Sampai Singgung Lebih Baik Ustadz Jadi Presiden













