Koma.id – Aksi salam tiga jari yang dilakukan Wakil Presiden Ma’ruf Amin saat menghadiri perayaan HUT ke-51 PDIP menuai beragam spekulasi terkait sikap politiknya. Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyampaikan pandangannya, menyebut bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk kebebasan ekspresi seseorang yang menghadiri kegiatan partai politik.
Menurut JK, pose tiga jari yang diusung Kyai Maruf Amin tidak seharusnya diartikan sebagai dukungan politik yang tegas. Ia menegaskan bahwa setiap individu memiliki hak untuk mengekspresikan dirinya, terlebih saat berada di acara parpol.
Di sisi lain, Tim Kampanye Nasional (TKN) dari pasangan Prabowo-Gibran memilih untuk tidak mempermasalahkan aksi salam tiga jari atau yang dikenal sebagai salam metal yang biasanya ditampilkan pasangan Ganjar-Mahfud. Sebab, anak Maruf Amin, memberikan dukungan terhadap Prabowo-Gibran.
Namun, Juru Bicara Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin, Masduki Baidlowi, memberikan klarifikasi terkait isu ini. Ia menegaskan bahwa kehadiran Wapres Ma’ruf Amin dalam perayaan HUT PDIP seharusnya diartikan sebagai bentuk netralitas. Penjelasan ini diharapkan dapat meredakan spekulasi yang berkembang dan menjaga citra netralitas pemerintah dalam konteks aktivitas politik.













