Koma.id – Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo mengimbau agar masyarakat untuk mewaspadai serangan black campaign, hoax, dan ujaran kebencian dalam Pemilu 2024.
Selain waspada, masyarakat juga jangan menjadi bagian dalam penyebar apalagi sampai memproduksi berbagai konten tersebut.
YLBHI: Urusan Begal Bukan Tugas Tentara
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika, didukung KPU dan Bawaslu, bahkan bila perlu juga melibatkan Polri dan penyedia platform media sosial, harus meningkatkan koordinasi dan sinergi untuk membentuk tata kelola dalam menangani serangan black campaign, hoax, dan ujaran kebencian.
Sekarang Bukan Lagi Isu Dwifungsi, TNI Dinilai Sudah Masuk ke Semua Sektor Dari MBG hingga Koperasi
Memastikan media sosial tetap kondusif, tanpa membungkam hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat.
“Sehingga media sosial dipenuhi konten gagasan, bukan dipenuhi konten black campaign, hoax, dan ujaran kebencian yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.
Berkaca pada pengalaman Pemilu 2019, maraknya konten black campaign, hoax, dan ujaran kebencian mengakibatkan politik menjadi sangat tegang, sehingga suasana persatuan dan kesatuan bangsa juga terancam.
Data Indicator Bawaslu melaporkan, pada Pemilu 2019 lalu terdapat 3.655 serangan di media sosial kepada pasangan Joko Widodo – KH Maruf Amin. Serta 2.499 serangan kepada pasangan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.
“Menghadapi Pemilu 2024, Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) melaporkan pada periode Januari – Juni 2023, dari 1.185 konten hoax di berbagai platform media sosial, sebanyak 541 diantaranya atau sebanyak 45,7 persen berkaitan dengan politik,” jelas Bamsoet.













