Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Pembebasan Pilot Susi Air, OPM Pimpinan Egianus Kogoya Minta Komnas HAM Jadi Negosiator

Views
×

Pembebasan Pilot Susi Air, OPM Pimpinan Egianus Kogoya Minta Komnas HAM Jadi Negosiator

Sebarkan artikel ini
Pembebasan Pilot Susi Air, OPM Pimpinan Egianus Kogoya Minta Komnas HAM Jadi Negosiator

Koma.id – Pihak Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) kelompok Egianus Kogoya meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) perwakilan Papua menjadi negosiator dalam negosiasi penyanderaan pilot Susi Air Philips Mark Methertens.

“Komnas HAM Perwakilan Papua telah diminta oleh kelompok TPNPB melalui juru bicaranya,” kata Ketua Komnas HAM Perwakilan Papua Frits Ramandey dalam acara webinar, Selasa (4/7/2023).

Silakan gulirkan ke bawah

“Jadi penyanderaannya pada 7 Februari, lalu Komnas HAM Papua diminta pada 6 April untuk melakukan pemantauan tim semacam negosiator,” sambung dia.

Frits mengatakan, kepercayaan kepada Komnas HAM Papua untuk menjadi negosiator berhasil mengurangi dampak ancaman yang dilakukan oleh TPNPB OPM.

Ia juga menjelaskan batas waktu yang diberikan untuk penyanderaan diperpanjang dan ancaman penembakan pilot Susi Air pada 1 Juli juga dibatalkan.

“Dan itu jadi perhatian kami, dan ada keberhasilan di situ karena ancaman penembakan tidak terjadi pada tanggal 1 Juli, itu berkat negosiasi, berkat pemantauan, berkat bagaimana Komnas HAM memberikan pandangan-pandangan terkait hak asasi manusia,” kata dia.

Sebelumnya, dilansir Kompas TV, TPNPB-OPM pimpinan Egianus Kogoya melalui media sosial mengancam akan menembak Philips pada Sabtu (1/7/2023).

Terkait ultimatum itu, Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri mengatakan, pihaknya tetap membangun komunikasi dengan keluarga Egianus Kogoya.

Tujuannya agar pihak keluarga menyampaikan kepada Egianus Kogoya untuk menahan emosi dan bisa berkomunikasi dengan aparat keamanan.

Selain itu, Mathius juga meminta Penjabat Bupati Nduga untuk membantu membebaskan sandera dari tawanan.

Diketahui, Philips disandera setelah pesawat yang dikemudikannya dibakar di Bandara Paro, Nduga, Papua Pegunungan, pada 7 Februari 2023.

Saat itu, pesawat tersebut mengangkut lima penumpang yang merupakan orang asli Papua (OAP). Philips dan kelima OAP disebut sempat melarikan diri ke arah yang berbeda.

Kelima OAP telah kembali ke rumah masing-masing. Sementara itu, Philips masih disandera.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.