Koma.id – Terdakwa kasus dugaan korupsi sertifikasi K3 di Kementerian Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer Gerungan atau Noel Ebenezer, mengingatkan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat dukungan dari kelompok dan partai yang dinilainya memiliki loyalitas kuat.
Ia secara khusus menyebut PDI Perjuangan dan kelompok pendukung Habib Rizieq Shihab sebagai pihak yang menurutnya memiliki loyalitas terhadap kepemimpinan maupun ideologi.
Haidar Alwi: Demo Mahasiswa Soal Pertamax Harus Jadi Momentum Bahas Ketahanan Energi Nasional
“Pak Prabowo harus mampu mencari kawan yang strategis dan kawan loyal. Pertama, kawan loyal dan partai loyal adalah partai PDIP. Kedua, barisan Habib Rizieq yang hari ini luar biasa punya loyalitas kepemimpinannya dan PDIP juga punya loyalitas ideologis. Jangan cari partai yang ke sana-ke sini,” kata Noel kepada awak media di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Noel turut menyinggung situasi nasional yang menurutnya perlu mendapat perhatian serius. Ia mengaku prihatin dengan sejumlah kasus hukum yang menjerat pejabat negara, termasuk kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.
Noel menyebut dirinya sebelumnya pernah mengingatkan mengenai potensi adanya pejabat yang terseret persoalan hukum. Ia juga mengklaim bahwa dalam beberapa bulan ke depan akan ada sejumlah pejabat lain yang berpotensi menghadapi proses hukum oleh aparat penegak hukum.
Lebih lanjut, Noel mengingatkan adanya potensi peningkatan eskalasi politik dan sosial dalam waktu dekat. Menurutnya, terdapat konsolidasi berbagai elemen masyarakat yang perlu dicermati pemerintah, mulai dari kelompok sipil, mahasiswa hingga buruh. Jika tak diantisipasi secara dini maka peluang peristiwa 98 jilid dua bisa saja terjadi dalam waktu dekat.
“Ini juga memprihatinkan. Pak Prabowo luar biasa bekerja untuk bangsa ini dan rakyat ini. Tercederai dengan mungkin saya tidak mau memberi sebuah kesimpulan. Karena ini kan masih dalam proses hukum. Saya tidak berani terlalu masuk ke sana,” kata Noel.
Ia mengklaim bahwa berbagai kelompok tersebut telah melakukan konsolidasi dan hanya membutuhkan satu pemicu untuk memunculkan gejolak yang lebih besar. Noel juga mengaitkan potensi gejolak sosial dengan sejumlah indikator ekonomi yang menurutnya sedang mengalami tekanan, seperti pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan pergerakan pasar saham.
“Jika Pak Prabowo tidak peka terhadap kejadian ini, kita sudah lihat dolar semakin tinggi, indeks harga saham gabungan kita juga sudah babak belur. Itu adalah salah satu indikator bahwa ke depan nanti ada gejolak sosial. Yang indikatornya adalah gejolak ekonomi,” tandasnya.







