Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaNasional

Waspadai Hoaks Pengurangan Bansos Marak Beredar di Medsos

Views
×

Waspadai Hoaks Pengurangan Bansos Marak Beredar di Medsos

Sebarkan artikel ini
Waspadai Hoaks Pengurangan Bansos Marak Beredar di Medsos

Koma.id Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya hoaks dan informasi menyesatkan terkait penyaluran bantuan sosial (bansos). Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak melakukan pengurangan bansos, baik dari sisi jumlah penerima maupun nominal bantuan.

Menurut Gus Ipul, belakangan beredar berbagai informasi keliru di media sosial yang menyebut adanya pemotongan bansos, pengalihan anggaran ke program lain, hingga modus tidak resmi untuk mendapatkan bantuan.

Silakan gulirkan ke bawah

“Banyak berita hoaks di medsos. Menyesatkan masyarakat,” kata Gus Ipul dikutip.

Ia menambahkan, penyebaran informasi palsu tersebut berpotensi masuk kategori penipuan. Kemensos akan terus melakukan penelusuran serta meluruskan informasi yang tidak benar, termasuk meneruskannya kepada aparat penegak hukum.

“Bisa masuk katagori penipuan. Kemensos akan terus menyisir dan meluruskan kabar tak bertanggung jawab tersebut. Salah satunya meneruskan ke aparat penegak hukum,” sambungnya.

Gus Ipul menegaskan bahwa bansos tetap disalurkan sesuai ketentuan kepada masyarakat yang berhak menerima. Ia memastikan tidak ada pengurangan maupun pengalihan anggaran bansos ke program lain.

Selain itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada akun media sosial yang mengatasnamakan Kemensos atau pihak tertentu yang menjanjikan bantuan dengan syarat tertentu. Masyarakat diminta untuk selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi pemerintah.

Untuk memastikan keabsahan informasi, Kemensos menyediakan layanan resmi yang dapat diakses masyarakat, termasuk call center 021 171 dan layanan WhatsApp di 08877 171 171.

“Kami ingin masyarakat terlindungi. Jangan sampai ada warga yang dirugikan karena percaya informasi palsu,” kata Gus Ipul.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.