Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaDaerahRagam

Kemenhub Siapkan Taksi Air Bali, Bandara–Canggu Hanya 30 Menit

Views
×

Kemenhub Siapkan Taksi Air Bali, Bandara–Canggu Hanya 30 Menit

Sebarkan artikel ini
Taksi Air Bali

Koma.id | Denpasar – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan layanan taksi air di Bali sebagai solusi transportasi pariwisata. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut proyek ini akan memangkas waktu tempuh dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju kawasan wisata Canggu menjadi hanya 30 menit, dari sebelumnya bisa mencapai dua jam lewat jalur darat.

“Kementerian Perhubungan menyinergikan percepatan pembangunan transportasi pariwisata di Bali,” kata Dudy, Jumat (10/04).

Silakan gulirkan ke bawah

Saat ini, PT ASDP Indonesia Ferry tengah menyusun detail engineering design (DED) untuk proyek tersebut. Pekerjaan konstruksi ditargetkan berlangsung mulai Agustus 2026 hingga Juli 2027.

Selain taksi air, pemerintah juga menyiapkan pengembangan dermaga baru di Pelabuhan Celukan Bawang, Buleleng. Dermaga I akan melayani kapal angkutan barang umum dan muatan cair dengan tambahan panjang 92 meter, sementara Dermaga II difungsikan sebagai dermaga multipurpose untuk penumpang dan kargo dengan tambahan panjang 60 meter.

Dudy menegaskan, pengembangan dermaga dilakukan untuk memisahkan arus kendaraan besar dan kecil agar operasional pelabuhan lebih tertata. Pemerintah juga mendorong optimalisasi pelabuhan lain, termasuk Ketapang dan Gilimanuk, dengan penambahan dermaga baru serta buffer zone untuk mengantisipasi lonjakan arus kendaraan, terutama saat periode sibuk seperti Nyepi dan Idul Fitri.

Kepala Dinas Perhubungan Bali, I Kadek Mudarta, berharap uji coba taksi laut dapat dilakukan tahun ini. Rute awal yang direncanakan adalah dari Pantai Sekeh dekat Bandara Ngurah Rai menuju Pantai Berawa di Canggu.

“Taksi laut diharapkan mampu mengurai kemacetan dan mempercepat mobilitas wisatawan,” ujarnya.

Dengan langkah strategis ini, pemerintah menargetkan konektivitas di Bali semakin kuat, mobilitas wisatawan lebih lancar, dan distribusi logistik berjalan efisien, sekaligus meningkatkan kualitas layanan transportasi di kawasan pariwisata.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.