Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaEkonomi

Indonesia Capai Swasembada 7 Komoditas Pangan Strategis

Views
×

Indonesia Capai Swasembada 7 Komoditas Pangan Strategis

Sebarkan artikel ini
Bajak Sawah 1

Koma.id | Jakarta – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pasokan pangan Indonesia dalam kondisi mencukupi. Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional 2026, tujuh komoditas pangan pokok strategis diproyeksikan tidak lagi membutuhkan impor karena seluruh kebutuhan dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri.

Deputi Bidang Ketersediaan Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyebut komoditas tersebut meliputi beras, jagung, bawang merah, cabai, daging ayam ras, telur ayam ras, dan gula konsumsi.

Silakan gulirkan ke bawah

“Kita hanya mengimpor dua atau tiga yang dominan, yakni kedelai, bawang putih, dan sebagian daging sapi. Selebihnya sudah bisa dipenuhi dari produksi dalam negeri,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (10/04).

Ketut menegaskan, produksi beras nasional sangat kuat. Tahun 2025 produksi beras mencapai 34,7 juta ton dengan carry over stock 12 juta ton. Dengan konsumsi tahunan 31,1 juta ton, stok beras nasional diperkirakan masih mencapai 16 juta ton pada akhir 2026.

“Cadangan beras kita di Bulog sekarang lebih dari 4 juta ton, dan akan terus diserap dari hasil panen petani,” katanya.

Selain beras, produksi jagung pakan juga telah mencapai swasembada. Begitu pula dengan daging ayam ras, telur ayam ras, cabai, dan bawang merah yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi nasional.

Meski demikian, pemerintah tetap mendorong peningkatan produksi komoditas yang masih bergantung pada impor, seperti kedelai, bawang putih, susu, dan sebagian daging sapi. Kementerian Pertanian disebut telah memulai akselerasi untuk memperkuat produksi pangan tersebut.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, sebelumnya menegaskan bahwa Indonesia telah meraih swasembada pangan untuk sumber karbohidrat dan protein.

“Pangan kita ini sudah swasembada, baik protein maupun karbohidrat. Jadi kebutuhan pokok masyarakat sudah bisa dipenuhi dari produksi dalam negeri,” kata Amran dalam rapat dengan Komisi IV DPR RI, Selasa (07/04) lalu.

Presiden Prabowo Subianto juga menekankan pentingnya memperluas capaian swasembada, tidak hanya beras tetapi juga protein, termasuk yang berbasis kelautan. Pemerintah menargetkan percepatan swasembada pangan sebagai strategi menghadapi potensi krisis global akibat ketegangan geopolitik dan perubahan iklim.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.