Koma.id | Mekkah – Pemerintah Arab Saudi resmi menyetujui rencana pembangunan bandara baru di Kota Mekkah. Proyek strategis ini digagas untuk meningkatkan akses jutaan jemaah haji dan umrah setiap tahun, sekaligus memperlancar mobilitas penduduk di kota suci.
CEO Royal Commission for Makkah City and the Holy Sites (RCMC), Saleh Al-Rasheed, mengonfirmasi bahwa arah strategis, ekonomi, dan investasi untuk Bandara Mekkah telah disetujui.
Artis hingga Anggota DPR Dukung Nadiem
“Arah strategis, ekonomi, dan investasi untuk Bandara Mekah telah disetujui,” ujarnya dalam wawancara dengan Harvard Business Review Arabia.
Bandara baru ini dirancang untuk melayani warga dan peziarah tanpa mengganggu kelayakan ekonomi bandara lain di kota sekitar. Hingga kini, Mekkah belum memiliki bandara internasional, sehingga jutaan peziarah harus mendarat di King Abdulaziz International Airport, Jeddah, sekitar 100 km dari kota suci.
Selain bandara, pemerintah Saudi juga mempercepat pembangunan Metro Mekkah. Al-Rasheed menyebut studi kelayakan dan desain awal proyek transportasi massal tersebut telah selesai dan diserahkan kepada pihak berwenang. Metro diproyeksikan menjadi tulang punggung mobilitas kota, terutama saat musim haji, untuk mengurai kemacetan dan mempermudah akses ke Masjidil Haram serta situs-situs suci lainnya.
Transportasi publik Mekkah juga terus diperkuat. Layanan Mecca Bus saat ini mengoperasikan 400 bus di 12 rute dengan cakupan 580 km perjalanan, 430 halte, dan 4 stasiun utama. Sejak diluncurkan pada Februari 2022, layanan ini telah melayani lebih dari 185 juta penumpang dengan 3,8 juta perjalanan.
Selain itu, jaringan jalan utama kota suci juga diperluas. Ring road pertama, kedua, dan ketiga telah dibuka, memberikan konektivitas lebih baik menuju Masjidil Haram dan jalur ke lokasi-lokasi suci. Pemerintah juga menambah fasilitas di sekitar Masjidil Haram, termasuk 60 bangunan perawatan dan 32 eskalator listrik, untuk mendukung kelancaran ibadah haji.
Dengan pembangunan bandara baru, metro, dan penguatan transportasi publik, Arab Saudi menegaskan komitmennya menjadikan Mekkah sebagai kota suci yang lebih modern, aman, dan ramah bagi jutaan jemaah dari seluruh dunia.








