Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Tentara Baik Kok Nyiram-Nyiram? Mahasiswa Bongkar Dugaan Intimidasi, Seret Isu ‘Aktor Intelektual’ di Balik Kasus Andrie Yunus!

Views
×

Tentara Baik Kok Nyiram-Nyiram? Mahasiswa Bongkar Dugaan Intimidasi, Seret Isu ‘Aktor Intelektual’ di Balik Kasus Andrie Yunus!

Sebarkan artikel ini
Img 20260331 Wa0055

Koma.id, Jakarta — Diskusi publik bertajuk “Tentara Baik Kok Nyiram-Nyiram” yang digelar oleh BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta di Wisma Kemenag, Menteng, Selasa (31/3/2026), berubah menjadi forum panas yang menyoroti dugaan kuat adanya intimidasi terhadap aktivis kritis.

Kegiatan ini tidak sekadar diskusi akademik, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi mahasiswa dalam mengawal kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus yang hingga kini masih menyisakan banyak tanda tanya.

Silakan gulirkan ke bawah

Direktur Kastradnas BEM PTNU se-Nusantara, Raden Arya Eka Bimantara, menegaskan bahwa kekerasan dalam bentuk apa pun tidak bisa dibenarkan, terlebih jika diduga melibatkan aparat negara.

“Kita tidak boleh menuduh tanpa dasar, tapi juga tidak boleh menormalisasi kekerasan. Ini soal keadilan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti bahwa tindakan penyiraman terhadap aktivis patut diduga sebagai bentuk pembungkaman terhadap kebebasan berpendapat, yang jika dibiarkan dapat menciptakan ketakutan luas di masyarakat.

Tak hanya itu, Raden Arya juga membuka kemungkinan adanya aktor intelektual di balik peristiwa tersebut, mengingat kecil kemungkinan aksi semacam ini dilakukan secara tunggal tanpa arahan.

Isu lain yang turut disorot adalah meningkatnya keterlibatan militer di ranah sipil, yang dinilai berpotensi mengganggu keseimbangan demokrasi dan perlindungan masyarakat sipil.

Sementara itu, Bendahara BEM PTNU Jakarta, Angles Firnanda, menegaskan bahwa mahasiswa tidak akan tinggal diam.

“Kami menuntut kasus ini diusut tuntas dan transparan, sampai ke akar-akarnya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kasus ini terjadi tidak lama setelah Andrie Yunus melontarkan kritik terhadap pemerintah melalui sebuah podcast, sehingga hal tersebut dinilai bukan kebetulan semata.

Mahasiswa pun berkaca pada sejumlah kasus sebelumnya yang sempat viral namun berujung tanpa kejelasan, sehingga mereka berkomitmen untuk tidak membiarkan kasus ini tenggelam.

TEKANAN KE NEGARA & TNI

Dalam pernyataan sikapnya, BEM PTNU menegaskan beberapa tuntutan keras, di antaranya:

Mendesak pengusutan menyeluruh hingga ke aktor intelektual

Menuntut transparansi proses hukum

Meminta evaluasi total terhadap keterlibatan militer di ranah sipil

Mengingatkan potensi aksi besar jika tuntutan tidak diindahkan

Mereka bahkan menyatakan diri sebagai “mata Andrie Yunus”, simbol bahwa mahasiswa akan terus mengawal kasus ini tanpa henti.

PESAN KRITIS

Diskusi ini juga mengingatkan publik agar tidak terjebak dalam disinformasi dan perang opini di media sosial yang dapat mengaburkan fakta.

Di tengah situasi yang semakin kompleks, mahasiswa menyerukan satu hal:
Keadilan tidak boleh dikaburkan, dan kebenaran tidak boleh dikalahkan oleh kekuasaan.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.