Koma.id, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa sebanyak 1.030 dapur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah dikenakan penghentian operasional sementara (suspend). Langkah tegas ini diambil sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap kualitas layanan pemenuhan gizi masyarakat.
Dapur-dapur tersebut merupakan bagian dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertugas menyediakan makanan bergizi bagi penerima manfaat program MBG. Namun, berdasarkan evaluasi pemerintah, sejumlah dapur dinilai belum memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Presiden menegaskan bahwa penindakan dilakukan secara ketat terhadap dapur yang melanggar ketentuan dari Badan Gizi Nasional (BGN). Standarisasi yang diterapkan mencakup aspek kebersihan, keamanan pangan, kualitas air, hingga proses pengolahan makanan.
FAM UBK Murka! Tudingan Dana Rp300 Juta ke Gibran Disebut Fitnah, Tantang Pembuktian di Jalur Hukum
“Semua dapur harus memenuhi standar. Kalau tidak, langsung kita hentikan sementara untuk diperbaiki,” tegas Prabowo.
Menurutnya, kebijakan ini bukan berarti menghentikan program Makan Bergizi Gratis, melainkan bagian dari upaya perbaikan sistem secara menyeluruh. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap makanan yang disajikan benar-benar aman, higienis, dan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.
Buku ke-42 Wakapolri “Mengawal Pangan Menuai Aman”, Soroti Ketahanan Pangan sebagai Pilar Bangsa
Langkah ini juga menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak akan mentolerir kelalaian dalam program strategis nasional, terutama yang menyangkut kesehatan publik. Evaluasi dan perbaikan akan terus dilakukan agar program MBG dapat berjalan optimal, tepat sasaran, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.













