Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Polhukam

Prabowo Kaji WFH untuk Antisipasi Lonjakan Harga Minyak Dunia

Views
×

Prabowo Kaji WFH untuk Antisipasi Lonjakan Harga Minyak Dunia

Sebarkan artikel ini
Prabowo di Masjid Istiqlal
Prabowo Subainto saat berada di Masjid Istiqlal Jakarta, Sabtu 7 Februari 2026.

Koma.if- Prabowo Kaji WFH untuk Antisipasi Lonjakan Harga Minyak Dunia: Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat mulai berdampak pada stabilitas ekonomi global, terutama melalui lonjakan harga minyak dunia. Menyikapi kondisi tersebut, Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran pemerintah menyiapkan langkah antisipasi, termasuk mengkaji kembali penerapan sistem kerja dari rumah (work from home/WFH) serta pengurangan hari kerja untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

Instruksi itu disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara sebagai upaya proaktif menghadapi kemungkinan krisis ekonomi global akibat konflik geopolitik yang memicu kenaikan harga energi dan berpotensi menimbulkan efek domino pada sektor ekonomi lain, termasuk pangan.

Silakan gulirkan ke bawah

“Kita bersyukur kita aman, tetapi kita juga harus tetap berupaya mengurangi konsumsi BBM kita,” ujar Prabowo.

Pemerintah juga menyoroti pengalaman negara lain seperti Pakistan yang telah menerapkan berbagai kebijakan penghematan, mulai dari pemotongan gaji pejabat, pembatasan kendaraan dinas, hingga WFH untuk menekan penggunaan energi.

Prabowo menilai Indonesia memiliki pengalaman serupa saat menghadapi pandemi COVID-19, ketika sistem kerja dari rumah terbukti mampu menjaga produktivitas sekaligus mengurangi mobilitas dan konsumsi BBM.

“Dulu kita atasi COVID, dan kita berhasil. Kita mampu banyak bekerja dari rumah dengan efisien. Artinya, kita menghemat BBM dalam jumlah yang sangat besar,” ucap presiden.

Kekhawatiran pemerintah juga dipicu lonjakan harga minyak dunia akibat gangguan jalur perdagangan energi di Selat Hormuz yang membuat harga minyak melonjak jauh di atas asumsi APBN sekitar 70 dolar AS per barel. Karena itu, pemerintah menegaskan pentingnya menyiapkan berbagai skenario penghematan agar stabilitas fiskal dan ekonomi nasional tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.

 

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.