Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Daerah

Massa Dipukul Mundur Ormas, Aksi di Mapolda DIY Berakhir Ricuh

Views
×

Massa Dipukul Mundur Ormas, Aksi di Mapolda DIY Berakhir Ricuh

Sebarkan artikel ini
Massa Dipukul Mundur Ormas, Aksi di Mapolda DIY Berakhir Ricuh
Massa menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Mapolda DIY) pada Selasa (24/2/2026). (Foto / Istimewa)

Koma.id Aksi massa yang berlangsung di depan Markas Kepolisian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Mapolda DIY) pada Selasa malam (24/2/2026) berubah ricuh setelah dibubarkan oleh sekelompok massa ormas yang datang tiba-tiba dari beberapa arah.

Insiden tersebut menyebabkan aksi sempat memblokir Jalan Ringroad Utara, namun arus lalu lintas akhirnya kembali normal setelah massa bubar sekitar pukul 20.30 WIB.

Silakan gulirkan ke bawah

Aksi di depan Mapolda DIY ini disinyalir untuk menyikapi peristiwa penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota Brimob Polda Maluku, Bripda Mesias Siahaya. Dia merupakan pelaku yang menganiaya siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs), AT (14), hingga tewas di Kota Tual. Mesias kemudian dipecat oleh Polri.

Awal Aksi Massa dan Penutupan Jalan

Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa sejak sore, massa aksi berkumpul di depan Mapolda DIY dan kemudian mulai memblokade Jalan Ringroad Utara. Mereka berjalan mengarah ke timur dan barat, sehingga kendaraan di jalur tersebut sempat tidak bisa melintas.

Sebelum ricuh, massa aksi menyampaikan tuntutan tertentu di depan markas kepolisian, kemudian memutuskan berjalan di badan jalan hingga menyebabkan penutupan satu lajur Ringroad Utara. Kondisi ini sempat membuat arus kendaraan tersendat dari kedua arah.

Munculnya Kelompok Ormas dan Bentrokan Ringan

Sekitar pukul 20.00 WIB, suasana mulai tidak kondusif. Puluhan orang yang diduga berasal dari organisasi kemasyarakatan (ormas) muncul secara tiba-tiba dari gang sebelah timur gedung Mapolda. Mereka membawa bambu dan balok kayu.

Tidak lama berselang, sejumlah suara ledakan yang diduga berasal dari petasan terdengar di sekitar lokasi. Massa aksi yang berada di tengah cenderung terpencar dan mulai berlari menjauhi titik pusat kejadian — ke arah timur maupun barat.

Kedua kubu sempat terlibat adu mulut dari jarak berdekatan. Kelompok ormas yang tiba dari timur berhadap-hadapan dengan massa aksi di sisi barat. Beberapa kali terjadi saling lempar batu, meski belum sampai menjadi bentrokan besar yang melibatkan senjata tajam atau korban jiwa.

Tidak hanya dari timur, rombongan massa ormas lain juga datang dari arah barat. Hal ini membuat massa aksi yang berada di tengah seolah terjepit, sehingga mereka akhirnya dipaksa membubarkan diri secara bertahap.

Pembubaran dan Normalisasi Lalu Lintas

Sekitar pukul 20.30 WIB, kedua kubu telah benar-benar bubar. Massa aksi maupun kelompok ormas telah meninggalkan lokasi, dan pemblokiran Jalan Ringroad Utara dibuka kembali. Mobilitas kendaraan yang sempat terganggu pun berangsur normal.

Laporan media lokal mencatat bahwa aparat kepolisian sudah berada di sekitar lokasi sejak awal aksi berlangsung, namun upaya pengamanan lebih difokuskan pada pemantauan dan pencegahan bentrokan meluas antara kedua kelompok massa.

Reaksi dan Dampak Sementara

Menurut salah satu warga yang berada di lokasi, suasana berlangsung cepat dan tidak terkoordinasi. “Tiba-tiba banyak orang datang dari gang, langsung ramai dan lempar-lemparan,” ujar saksi mata kepada wartawan. Tidak ada laporan resmi mengenai jumlah korban luka maupun kerugian materi dalam insiden ini.

Polda DIY rilis keterangan resmi

“Kami menyayangkan aksi tersebut berakhir ricuh dan terjadi pengrusakan pada pagar sisi timur Mapolda. Namun secara umum, situasi dapat dikendalikan oleh petugas di lapangan,” kata Kabid Humas Polda DIY, Kombes Ihsan dalam keterangan resmi, Rabu (25/2/2026).

Ihsan mengatakan aksi tersebut dilakukan buntut tindakan anggota Brimob Polda Maluku, Bripda MS, yang menewaskan remaja di Tual berinisial AT (14). Kepolisian menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut.

“Kami dari Polda DIY turut berbelasungkawa yang mendalam untuk keluarga korban terkait peristiwa yang terjadi di Tual, Maluku. Semoga almarhum diterima amal ibadahnya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” kata Ihsan.

Ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat DIY, termasuk unsur Jaga Warga, yang bersinergi dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Menurutnya, pendekatan pengamanan dilakukan dengan mengedepankan kearifan lokal dan kultur budaya Jawa.

Dalam kegiatan tersebut, petugas sempat mengamankan tiga mahasiswa. Ketiganya telah diserahkan kepada pihak rektorat pada pukul 22.30 WIB setelah dilakukan koordinasi dengan pihak kampus.

Ihsan membantah informasi yang beredar terkait adanya tembakan gas air mata maupun tembakan peringatan dalam aksi. Saat ini, situasi di depan Mapolda DIY sudah aman dan terkendali. Arus lalu lintas telah kembali normal.

“Kami tegaskan bahwa selama kegiatan pengamanan, petugas tidak dilengkapi senjata. Suara yang terdengar di lokasi berasal dari petasan yang dibawa oleh massa aksi,” tegasnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.