Koma.id — Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo memberikan pengarahan sekaligus membuka latihan instruktur dan Kursus Pelatih II yang diikuti kader GP Ansor, Banser, serta Majelis Dzikir Sholawat (MDS) Rijalul Ansor.
Kegiatan tersebut digelar di Lapangan Olahraga SPN Selopamioro, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (14/2/2026).
Dalam arahannya, Sigit menekankan pentingnya penguatan sinergisitas antara Polri dan organisasi di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Poin-Poin Arahan Kapolri
1. Perkuat Sinergi Polri–NU
Kapolri berharap kolaborasi antara Polri dan NU beserta badan otonomnya terus diperkuat dari tingkat pusat hingga daerah. Sinergi tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas nasional.
2. Tingkatkan Kualitas SDM Kader
Pelatihan instruktur dan Kursus Pelatih II diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia kader NU, Ansor, dan Banser agar semakin solid dalam mendukung program pemerintah.
3. Dukung Stabilitas Ekonomi Nasional
Sigit menyebut stabilitas keamanan memiliki korelasi langsung dengan pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, kondisi ekonomi Indonesia yang relatif stabil saat ini tidak lepas dari implementasi berbagai program strategis pemerintah, termasuk Misi Asta Cita.
4. Jaga Persatuan di Tengah Keberagaman
Kapolri mengingatkan seluruh elemen bangsa untuk tetap bersatu di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama. Hal ini dinilai semakin penting dalam situasi global yang tidak menentu dan berdampak pada kondisi dalam negeri.
5. Peran Strategis Organisasi Kemasyarakatan
Ia menilai organisasi kemasyarakatan seperti Ansor dan Banser memiliki peran strategis dalam menjaga kondusivitas wilayah serta menjadi mitra Polri dalam membangun ketahanan sosial.
Kapolri berharap pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas teknis para peserta, tetapi juga memperkuat komitmen kebangsaan dalam menjaga keamanan, persatuan, dan stabilitas nasional.













