Koma.id | Jakarta – Artis Sarwendah memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya sebagai saksi korban atas laporan dugaan pencemaran nama baik yang diajukan mantan suaminya, Ruben Onsu.
Dalam pemeriksaan tersebut, Sarwendah membawa bukti kuat berupa dokumen medis untuk mematahkan fitnah terkait status anak kandungnya.
Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, menegaskan bahwa kehadiran kliennya bertujuan untuk mengklarifikasi hoaks yang disebarkan oleh akun TikTok @vina.run. Akun tersebut menuding bahwa putri sulung mereka, Thalia Putri Onsu, bukan merupakan anak kandung dari Ruben Onsu.
”Kami menyerahkan bukti-bukti otentik, termasuk akta kelahiran dan dokumen proses bayi tabung, untuk membuktikan bahwa anak tersebut adalah benar anak kandung dari klien kami,” ujar Chris Sam Siwu di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan. Minggu (01/02).
Selama proses pemeriksaan, Sarwendah dicecar sebanyak 16 pertanyaan oleh penyidik. Fokus pemeriksaan tersebut mendalami kerugian yang dialami Sarwendah akibat narasi negatif yang dibangun oleh pelaku di media sosial.
Sarwendah mengaku sempat merasa tegang karena ini merupakan pengalaman pertamanya berurusan dengan pihak kepolisian. Namun, ia menegaskan langkah hukum ini diambil demi melindungi mentalitas sang buah hati.
”Jujur aku lumayan deg-degan sebenarnya. Tapi untuk anak, apa pun akan aku lakukan,” tegas Sarwendah kepada wartawan.
Laporan yang terdaftar dengan nomor STTLP/B/5364/VII/2025/SPKT/POLDA METRO JAYA ini menjerat pemilik akun @vina.run dengan pasal berlapis, yakni Pasal 310 dan 311 KUHP tentang pencemaran nama baik, serta UU ITE Pasal 27 dan Pasal 32. Pelaku juga terancam pelanggaran UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
Pihak kuasa hukum mengungkapkan bahwa pemilik akun @vina.run telah dipanggil dan diperiksa oleh penyidik.
“Progresnya cukup baik. Akun tersebut sudah dipanggil. Kami menyerahkan hasil akhirnya kepada penyidik, namun kami berharap pelaku segera diproses secara hukum,” tambah Chris.
Kasus ini bermula pada pertengahan tahun 2025 ketika akun tersebut mengunggah konten yang menyebut Sarwendah mengaku putrinya adalah hasil hubungan dengan pria lain. Pihak Sarwendah mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak menyebarkan fitnah, terutama yang menyasar anak di bawah umur.








