Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Prabowo Temui Tokoh di Kartanegara, Bukan Oposisi Tapi Cendekia Berbicara Negara

Views
×

Prabowo Temui Tokoh di Kartanegara, Bukan Oposisi Tapi Cendekia Berbicara Negara

Sebarkan artikel ini
Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta, 10 November 2025.

Koma.id, lJakarta – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan tertutup dengan sejumlah tokoh masyarakat dan cendekiawan di kediamannya di Jalan Kartanegara, Jakarta, Jumat malam (30/1/2026). Pertemuan tersebut dikonfirmasi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang menyebut diskusi berlangsung dalam kerangka kepentingan strategis negara.

Sjafrie menegaskan, pertemuan itu tidak berkaitan dengan agenda politik praktis maupun konsolidasi kekuasaan. Diskusi lebih diarahkan pada pertukaran gagasan mengenai bagaimana negara seharusnya dikelola secara lebih baik oleh seluruh elemen bangsa. Ia juga menyinggung masih adanya berbagai persoalan struktural yang membuat Indonesia kurang diuntungkan, mulai dari pengelolaan sumber daya alam hingga sistem perputaran keuangan nasional.

Silakan gulirkan ke bawah

Senada dengan itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan bahwa tokoh-tokoh yang hadir bukan berasal dari partai politik. Menurutnya, pelabelan pertemuan tersebut sebagai agenda dengan kelompok oposisi tidak tepat. “Yang hadir adalah tokoh masyarakat dan kalangan cendekiawan, bukan aktor politik,” tegas Prasetyo.

Beberapa nama yang diketahui hadir antara lain peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Siti Zuhro, mantan Ketua KPK Abraham Samad, eks Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu, serta mantan Kabareskrim Polri Susno Duadji. Kehadiran figur-figur yang kerap dikenal kritis ini memicu spekulasi publik mengenai arah komunikasi Presiden dengan tokoh di luar lingkaran pemerintahan.

Menanggapi hal tersebut, Siti Zuhro menolak disebut sebagai bagian dari oposisi. Ia menegaskan statusnya sebagai aparatur sipil negara (ASN) membuatnya tidak mungkin berada dalam posisi berseberangan dengan pemerintah. Kehadirannya dalam pertemuan itu, kata dia, semata-mata sebagai bentuk kontribusi pemikiran demi kepentingan bangsa dan negara.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.