Koma.id – Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando EMaS, menilai eks Panglima TNI Gatot Nurmantyo tidak menunjukkan sebagai negarawan dan seringkali mengeluarkan pernyataan yang provokatif dan tidak produktif.
“Termasuk komentarnya terkait dengan pernyataannya Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang menolak dibawah kementerian khusus atau kementerian yang sudah ada,” kata Fernando, Rabu (28/1/2026).
Dia menegaskan, istitusi seperti Polri dibutuhkan penguatan lemana untuk menjamin keamanan dan ketertiban dalam masyarakat.
FAM UBK Murka! Tudingan Dana Rp300 Juta ke Gibran Disebut Fitnah, Tantang Pembuktian di Jalur Hukum
“Penolakan tersebut karena sangat memahami terkait dengan kebutuhan institusi untuk keamanan kedepannya sehingga yang dibutuhkan penguatan bukan selalu berusaha menganggu,” katanya.
Ia menyarakan Gatot agar menedalani tindakan-tindakan yang produktif dan bermanfaat dan tindak cenderung politis di balik setiap tindakannya.
Buku ke-42 Wakapolri “Mengawal Pangan Menuai Aman”, Soroti Ketahanan Pangan sebagai Pilar Bangsa
“Sebaiknya Pak Gatot diam saja dan tidak terlalu jauh berkomentar yang cenderung provokatif karena memiliki agenda tersendiri. Mungkin Gatot terlalu nafsu ingin ikut kontestasi 2029 yang akan datang sehingga selalu membuat panggung untuk dirinya,” ujarnya.
Diketahui, pernyataan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo yang viral di YouTube terlalu berlebihan dan seakan berusaha menyudutkan Kapolri.
Dimana Gatot mempertanyakan apakah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo “mau berontak” setelah Kapolri menegaskan kepada jajarannya untuk mempertahankan Polri tetap berada di bawah Presiden dan siap memperjuangkannya hingga titik darah penghabisan.










