Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Daerah

BNPB: Korban Banjir dan Longsor di Sumatera Capai 1.190 Jiwa, 141 Hilang

Views
×

BNPB: Korban Banjir dan Longsor di Sumatera Capai 1.190 Jiwa, 141 Hilang

Sebarkan artikel ini
BNPB: Korban Banjir dan Longsor di Sumatera Capai 1.190 Jiwa, 141 Hilang
Penyelamatan korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera. (Foto/Istimewa)

Koma.id Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak akhir November 2025 telah menewaskan 1.190 orang dan 141 lainnya dinyatakan hilang berdasarkan update data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Rabu (14/1/2026) pukul 14.48 WIB.

Selain itu, bencana hidrometeorologi ini juga telah mengungsikan sekitar 131.500 jiwa dari rumah mereka di tiga provinsi terdampak.

Silakan gulirkan ke bawah

Rincian Korban dan Wilayah Terdampak

Berdasarkan statistik BNPB per 14 Januari:

• Aceh: 551 orang meninggal, 28 hilang.

• Sumatera Utara: 375 orang meninggal, 41 hilang.

• Sumatera Barat: 264 orang meninggal, 72 hilang.

Data tersebut menunjukkan eskalasi signifikan dibandingkan beberapa pekan sebelumnya, mencerminkan skala besar dan durasi panjang bencana yang dipicu curah hujan ekstrem di wilayah barat Pulau Sumatra.

Kerusakan Infrastruktur dan Dampak Sosial

Peristiwa ini juga berdampak luas terhadap infrastruktur dan fasilitas publik:

• 175.050 rumah rusak,

• 3.188 fasilitas pendidikan rusak,

• 803 rumah ibadah,

• 215 fasilitas kesehatan,

• 776 jembatan, dan

• 2.056 jalan dilaporkan mengalami kerusakan signifikan.

 

Banjir dan longsor menyebabkan jaringan transportasi terputus, mempersulit evakuasi dan distribusi bantuan. Situasi ini juga memperpanjang masa tanggap darurat di sejumlah wilayah meskipun respons darurat terus dijalankan oleh tim SAR gabungan, TNI–Polri, dan relawan.

Tanggapan Pemerintah dan Upaya Pemulihan

Pemerintah telah memperpanjang masa status tanggap darurat bencana di beberapa kabupaten/kota untuk mendukung operasi penyelamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar korban. Selain itu, BNPB menyatakan akan mulai memasuki fase transisi tanggap darurat menuju rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk pembangunan jembatan darurat Bailey untuk memperlancar akses transportasi.

Gubernur setempat bersama BNPB juga terus memprioritaskan perbaikan infrastruktur vital serta penyediaan layanan kesehatan dan tempat tinggal sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

Tantangan dan Prioritas Lanjut

Pakar bencana memandang lonjakan angka korban sebagai kombinasi dari intensitas curah hujan ekstrem dan kondisi geografis yang rentan longsor serta banjir di kawasan barat Sumatra. Curah hujan yang mencapai rekor tertinggi dalam beberapa tahun terakhir turut memperburuk dampak yang dirasakan masyarakat.

Operasi penyelamatan masih berjalan, terutama untuk pencarian warga yang masih hilang dan normalisasi sungai yang mengalami pendangkalan parah akibat endapan lumpur. Selain itu, dukungan logistik terus dialokasikan oleh pemerintah pusat dan daerah demi mempercepat proses pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.