Koma.id — Mantan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati resmi direkrut masuk jajaran Dewan Pengurus (Governing Board) Gates Foundation, yayasan filantropi global milik miliarder Amerika Serikat Bill Gates.
Penunjukan ini menempatkan Sri Mulyani sebagai salah satu figur kunci dalam pengambilan keputusan strategis lembaga filantropi terbesar di dunia tersebut.
CEO sekaligus anggota Dewan Pengurus Gates Foundation, Mark Suzman, menyebut Sri Mulyani sebagai ekonom dengan reputasi global yang memiliki rekam jejak kuat dalam memimpin reformasi kebijakan dan institusi keuangan berskala besar.
“Sebagai ekonom yang dihormati secara global, Sri Mulyani telah terbukti mampu memimpin reformasi besar di berbagai lembaga keuangan dan memperjuangkan kebijakan yang mendorong ketahanan serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ujar Mark Suzman dalam pernyataan resminya.
Mark menyoroti pengalaman panjang Sri Mulyani dalam berbagai posisi strategis, mulai dari menteri keuangan perempuan pertama dan terlama di Indonesia, hingga perannya sebagai mantan Direktur Pelaksana dan Chief Operating Officer Bank Dunia. Pengalaman tersebut dinilai sangat relevan dengan misi Gates Foundation yang berfokus pada isu pengentasan kemiskinan, kesehatan global, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan.
Nasib Rupiah Hari Ini 18 Mei 2026
Menurut Suzman, bergabungnya Sri Mulyani terjadi pada momen krusial dalam sejarah Gates Foundation, ketika lembaga tersebut tengah memperluas peran globalnya di tengah tantangan ekonomi dunia, perubahan iklim, dan ketimpangan pembangunan.
Peran Strategis di Lembaga Filantropi Global
Sebagai anggota Governing Board, Sri Mulyani akan terlibat langsung dalam perumusan arah kebijakan, pengawasan program strategis, serta pengambilan keputusan utama terkait alokasi dana filantropi Gates Foundation yang nilainya mencapai puluhan miliar dolar AS.
Penunjukan ini sekaligus memperkuat posisi Sri Mulyani sebagai salah satu tokoh ekonomi Indonesia paling berpengaruh di tingkat global, menyusul kiprahnya di lembaga internasional seperti Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF).
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Sri Mulyani terkait penunjukan tersebut. Namun, pengangkatan ini menuai perhatian luas karena terjadi di tengah dinamika global terkait peran sektor filantropi dalam mendukung stabilitas ekonomi dan pembangunan berkelanjutan.











