Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Tuntut Penangkapan Oknum TNI AL, Puluhan Massa Datangi Polres Metro Depok

Views
×

Tuntut Penangkapan Oknum TNI AL, Puluhan Massa Datangi Polres Metro Depok

Sebarkan artikel ini
Tuntut Penangkapan Oknum TNI AL, Puluhan Massa Datangi Polres Metro Depok
Polres Metro Depok digeruduk massa, tuntut penangkapan Oknum TNI AL yang aniaya dan tewaskan warga

Koma.id, Depok – Puluhan massa menggeruduk Polres Metro Depok di Jalan Margonda Raya, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat pada Senin (5/1/2026) siang.

Massa didominasi mengenakan baju dan ikat kepala kain berwarna putih meraksak masuk ke area Polres Depok sekira pukul 10.50 WIB.

Silakan gulirkan ke bawah

Sambil berteriak-teriak, massa hendak memaksa masuk ke ruangan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim), meski dihalangi personel polisi.

“Nyawa dibayar nyawa,” teriak massa sambil mengepalkan tangan ke atas.

Kehadiran massa menuntut penegakan hukum atas insiden penganiayaan dua orang korban berinisial WAT (24) dan DN (29) di Gang Swadaya Mas, Kecamatan Tapos pada Jumat (2/1/2026) dini hari lalu.

Dalam insiden tersebut, seorang korban WAT tewas usai mendapatkan perawatan di RS Bhayangkara Brimob dan DN mengalami luka berat.

Oknum Anggota TNI Angkatan Laut (AL) berinisial Serda M terseret dalam kasus penganiayaan tersebut.

Kemarahan massa baru reda usai pihak kepolisian berjanji akan mengabulkan tuntutan mereka.

Kuasa Hukum Korban, Aziz Talalu menegaskan, kehadiran massa untuk menuntut agar pihak kepolisian menangkap para pelaku.

“Ini bukan delik aduan, ini delik biasa,” kata Aziz di tengah kerumunan massa.

“Semestinya TKP pelaku itu di police line dulu untuk memastikan jangan sampai ada barang bukti yang dihilangkan,” sambungnya.

Kata Aziz, ada terduga dua pelaku penganiayaan yang menewaskan kerabatnya.

Namun, baru satu pelaku dari oknum TNI AL yang sudah diamankan.

“Kami dijanjikan sejak dari tadi malam sampai pagi hari ini jam 9 untuk membuat laporan polisi, tapi kami belum diterima,” ungkapnya.

Aziz menegaskan, pihaknya meminta kejelasan polisi untuk menangani kasus penganiayaan tersebut.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.