Koma.id– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai para ahli tidak hanya sebagai program bantuan sosial, tetapi sebagai sebuah sinyal perubahan paradigma ekonomi.
Pakar ekonomi sekaligus pendiri INDEF, Prof. Dr. H. Didin S. Damanhuri, melihat MBG sebagai langkah strategis yang menggeser orientasi pembangunan dari mengejar pertumbuhan menuju ekonomi berbasis sumber daya manusia.
Prof Didin, menyebutkan bahwa intervensi ini menyasar 50 persen masyarakat kelas bawah, yang jika dikelola secara konsisten, akan mengecilkan kesenjangan sosial dan menciptakan dampak makro yang masif.
Terpisah, Dosen Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Brawijaya, Tia Subekti, mengkritik implementasi program itu lantaran terdapat sejumlah masalah. Seperti pelaksanaan MBG di Malang Raya masih carut-marut, diwarnai kasus makanan basi hingga keracunan.







