Koma.id | Bandung – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Bandung menyelidiki pelaku yang meletakkan benda mencurigakan mirip bom di depan Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS), Kosambi, Kota Bandung, Jumat (18/12).
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Budi Sartono menyatakan situasi di lokasi kejadian telah kembali kondusif setelah penanganan oleh tim Unit Penjinak Bom (Jibom) Brimob Polda Jawa Barat.
Bukan Hanya Kemenkes, Imparsial Desak Polisi dan Komnas HAM Ikut Usut Kematian 5 Peserta Latsarmil
“Kami akan langsung melaksanakan olah tempat kejadian perkara dan mencari tahu siapa yang menaruh barang tersebut,” ujarnya.
Budi menegaskan hasil pemeriksaan tim Jibom menunjukkan benda tersebut bukan bom maupun bahan peledak.
“Hasil pemeriksaan tim Jibom Brimob Polda Jabar menunjukkan bahwa benda tersebut merupakan kayu,” katanya.
Meski tidak membahayakan masyarakat, kepolisian tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap motif dan pelaku.
“Intinya, setelah ini langsung kami ambil alih karena itu bukan barang yang membahayakan atau diduga bahan peledak,” jelas Budi.
Polisi kini mengumpulkan barang bukti serta meminta keterangan saksi-saksi di sekitar lokasi kejadian. Penyelidikan melibatkan Kriminal Umum Polda Jabar dan Brimob.
“Di ruko ini cukup banyak aktivitas, sehingga kami akan mulai dari mencari saksi-saksi,” kata Budi.
Terkait kemungkinan jeratan Undang-Undang Terorisme, Budi menyebut pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
“Nanti kita lihat dulu, apakah memang ada kesengajaan menaruh di sini atau seperti apa bentuk dan maksudnya,” ujarnya.
Benda mencurigakan itu pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 08.30 WIB. Warga melaporkan ke polisi setelah melihat adanya kabel berwarna-warni pada benda tersebut. Tak lama kemudian, aparat kepolisian datang ke lokasi, mengevakuasi area, dan meminta masyarakat menjauh dari tempat kejadian.








