Koma.id — Polri telah mengerahkan ratusan personel dari berbagai satuan seperti Korps Brimob, unit Samapta/Sabhara, tim medis, dan unit anjing pelacak (K9) untuk memperkuat operasi penanganan bencana di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan mobilisasi personel dan materi logistik menjadi fokus utama menjelang fase pasca-bencana.
“Wakapolri melakukan pengecekan pasukan dalam rangka penguatan personel di lapangan,” kata Trunoyudo, Senin (1/12).
Komposisi Personel dan Tugas
Dari Brimob, sebanyak 300 personel diterjunkan — masing-masing 100 personel untuk tiga Polda terdampak.
Sabhara/Samapta menambah kekuatan dengan mengirim 300 personel tambahan.
Unit K9 dikerahkan dengan 11 anjing SAR dan total 39 handler — fokus pada pencarian korban.
Tim medis dari Pusdokkes Polri terdiri dari 27 personel lapangan untuk penanganan kesehatan, identifikasi korban ante-mortem dan post-mortem, serta dukungan trauma healing sebanyak 20 personel.
Sinergi Lintas Lembaga dan Pengiriman Logistik
Polri juga melakukan koordinasi dengan lembaga terkait seperti BNPB/BPBD, pemerintah daerah, dan institusi lainnya untuk percepatan bantuan.
Selain personel, Polri mengirimkan bantuan logistik melalui dua pesawat komersial dengan total muatan 3,8 ton. Paket bantuan meliputi bahan pokok, genset, obat-obatan, dan peralatan penting lainnya, termasuk portable WiFi untuk mendukung komunikasi di lokasi terdampak.
Komitmen Polri dalam Penanganan Bencana
Pelepasan massal personel dan logistik ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari kesiapsiagaan nasional. Sebelumnya, Polri telah menyiagakan total 87.924 personel untuk menghadapi potensi bencana di seluruh Indonesia.
“Kami berupaya memastikan bantuan cepat dan tepat sasaran agar dampak bencana bisa diminimalisir,” ujar Trunoyudo.
Polri menegaskan, dalam penanganan bencana, prioritas utama adalah keselamatan warga, evakuasi korban, dan pemulihan kondisi pascagempa maupun banjir. Keberadaan tim Brimob, Samapta, medis, dan K9 diharapkan menjadi upaya nyata negara hadir dan melindungi masyarakat di masa sulit.













