Koma.id– Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCIC) atau Whoosh kembali menuai sorotan seiring menguatnya isu pembengkakan biaya dan dugaan penyimpangan dalam pengerjaannya.
Pakar perkeretaapian sekaligus Guru Besar Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Ir. Sri Atmaja Putra Jatining Nugraha Nasir Rosyidi, menyatakan potensi penyelewengan anggaran dalam proyek senilai miliaran dolar AS itu sangat mungkin terjadi.
Pasalnya, skema pembiayaan dan proses pengerjaan proyek yang dinilai kurang transparan menjadi celah utama terjadinya penyimpangan.
Ia mengaitkan fenomena yang terjadi pada KCIC dengan berbagai kasus korupsi di sektor konstruksi yang sebelumnya banyak menjerat pejabat pembuat komitmen. Menurutnya, pola serupa berpotensi terulang dalam proyek kereta cepat pertama di Asia Tenggara tersebut.
Sementara itu, upaya hukum terkait dugaan korupsi proyek Whoosh telah bergulir di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Saat ini, tim penyelidik KPK tengah mendalami dugaan adanya praktik pengondisian yang menyebabkan nilai tanah dalam proses pembebasan lahan proyek menjadi tidak wajar.







