Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaHaji

Umroh Musim Dingin: Sejuknya Ibadah, Hangatnya Spiritualitas

Views
×

Umroh Musim Dingin: Sejuknya Ibadah, Hangatnya Spiritualitas

Sebarkan artikel ini
Umroh Musim Dingin: Sejuknya Ibadah, Hangatnya Spiritualitas

Koma.id | Bekasi – Umroh di musim dingin bukan sekadar perjalanan spiritual, tapi juga pengalaman fisik yang berbeda dari biasanya. Saat suhu di Tanah Suci turun hingga belasan derajat, para jemaah dari Indonesia merasakan sensasi ibadah yang lebih sejuk, lebih tenang, dan membuat lebih khusyuk.

Silakan gulirkan ke bawah

Bagi H.M. Haudhi Akbar, Direktur Pelaksana Darussalam Sukses Mandiri (DSM), musim dingin justru menjadi momen favorit untuk memberangkatkan jemaah.

“Cuaca dingin membuat aktivitas ibadah terasa lebih nyaman. Jemaah tidak cepat lelah, tidak kepanasan, dan bisa lebih fokus saat thawaf atau sai,” ujarnya saat ngobrol santai di program Podcast di Bekasi, Jawa Barat. Senin (17/11).

Menurut Haudhi, suhu di Makkah dan Madinah pada bulan November 2025 hingga Februari 2026 bisa berkisar antara 10–20°C, terutama di malam hari.

“Kami selalu mengingatkan jemaah untuk membawa jaket ringan, syal, dan pelembap kulit. Karena meski dingin, udara di sana tetap kering,” tambahnya.

Namun, bukan hanya soal suhu. Haudhi menekankan bahwa umroh di musim dingin juga membawa nuansa spiritual yang berbeda.

“Ada ketenangan tersendiri saat melangkah di pelataran Masjidil Haram dengan udara sejuk. Langit cerah, angin lembut, dan suasana yang tidak terlalu padat membuat momen ibadah lebih intim,” tuturnya.

BACA JUGA : RUU Penyelenggaraan Haji dan Umroh Resmi Jadi Undang-Undang

Darussalam Sukses Mandiri sendiri telah menyiapkan sejumlah paket umroh khusus musim dingin, lengkap dengan itinerary yang menyesuaikan ritme ibadah dan kenyamanan jemaah.

“Kami atur waktu ziarah agar tidak terlalu pagi. Menu makanan pun kami sesuaikan agar tetap hangat dan bergizi,” jelas Haudhi.

Ia juga menyebut bahwa jemaah lansia justru lebih cocok berangkat di musim dingin. “Risiko dehidrasi lebih rendah, dan stamina mereka cenderung lebih stabil. Yang penting, kami dampingi dengan tim medis dan pembimbing ibadah yang siaga,” katanya.

Bagi Haudhi, umroh bukan hanya soal ritual, tapi juga soal pengalaman batin. “Ketika udara dingin menyentuh kulit, hati terasa lebih lembut. Banyak jemaah yang menangis saat thawaf, bukan karena lelah, tapi karena merasa lebih dekat dengan Allah SWT,” tutupnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.