Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Hukum

Terduga Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Sudah Sadar, Polisi Fokus Pemulihan dan Pendalaman Motif

Views
×

Terduga Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Sudah Sadar, Polisi Fokus Pemulihan dan Pendalaman Motif

Sebarkan artikel ini
Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta Bertambah Jadi 96 Orang, 29 Masih Dirawat

Koma.id | Jakarta – Kepolisian mengonfirmasi bahwa terduga pelaku ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, kini telah sadar dan masih menjalani perawatan medis. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah pemulihan kondisi pelaku yang disebut sebagai anak berhadapan dengan hukum.

Silakan gulirkan ke bawah

“Disampaikan oleh Bapak Kapolri, memang salah satu dugaan yang melakukan dalam kondisi ini adalah anak berhadapan dengan hukum. Masih dalam perawatan dan kondisinya sudah sadar. Termasuk saat ini kita fokus terhadap pemulihan,” ujar Budi kepada wartawan di Jakarta.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut bahwa pelaku merupakan siswa aktif di SMAN 72 Jakarta. Ia mengatakan kondisi pelaku terus membaik dan diharapkan dapat memberikan keterangan saat pemeriksaan lanjutan.

“Yang jelas terduga pelaku kondisinya semakin membaik dan mudah-mudahan akan juga mempermudah kita nanti pada waktunya apabila kita butuhkan,” kata Kapolri usai menjenguk korban di RS Islam Jakarta, Cempaka Putih.

Penyidik kepolisian saat ini masih mendalami motif dan kemungkinan jaringan yang terlibat. Tim dari Densus 88, Puslabfor Mabes Polri, dan Gegana telah diterjunkan untuk mencocokkan temuan di lapangan, termasuk jenis serbuk bahan peledak yang digunakan.

“Ada analisa terhadap motif dan jaringan yang dilaksanakan oleh Densus. Satuan kerja ini masih bekerja dari Densus, Puslavfor Mabes Polri, Gegana juga mencocokkan hasil temuan di lapangan,” jelas Budi.

Informasi sementara menyebutkan bahwa pelaku tinggal di kawasan elite Perumahan Gading Griya Lestari, RT10 RW12 Kelurahan Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara. Ketua RT setempat, Danny Rumondor, mengatakan pelaku tinggal di rumah majikan orangtuanya dan telah menetap di lingkungan tersebut selama tujuh tahun.

“Katanya sejak SMA dia lebih banyak di kamar, jarang keluar rumah, jarang ngobrol,” ujar Danny.

Ia juga menyebut pelaku tidak aktif dalam kegiatan warga dan jarang terlihat berinteraksi sosial.

Polisi telah menggeledah rumah tempat tinggal pelaku pada Jumat malam dan mengamankan sejumlah barang bukti. Sementara itu, jumlah korban luka akibat ledakan mencapai 96 orang, dengan 29 di antaranya masih menjalani perawatan di tiga rumah sakit yakni RS Islam Jakarta, RS Yarsi, dan RS Pusat Pertamina.

Kapolri merinci bahwa 14 korban dirawat di RS Islam Cempaka Putih, 14 di RS Yarsi, dan satu di RS Pertamina Jaya. Dua korban di antaranya berada di ruang ICU.

“Dan sisanya kemarin sudah bisa pulang dan mungkin juga dilaksanakan rawat jalan,” tambah Kapolri.

Ledakan terjadi pada Jumat (07/11) siang saat pelaksanaan salat Jumat di lingkungan sekolah. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden tersebut memicu kekhawatiran publik dan mendorong aparat untuk segera mengungkap motif serta latar belakang pelaku.

 

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.