Koma.id– Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mengkritik pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait klaim keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut telah mencapai tingkat efektivitas 99,9 persen dengan hanya 0,0007 persen penerima mengalami keracunan.
JPPI menilai klaim tersebut justru menunjukkan upaya pemerintah menormalisasi pelaksanaan program yang dinilai masih amburadul dan berisiko terhadap keselamatan anak-anak.
Dalam pernyataannya, JPPI menyoroti bahwa pernyataan Presiden yang menyebut kasus keracunan masih dalam batas ilmiah terkesan menyepelekan nyawa anak-anak yang terdampak.
Menurut JPPI, di balik angka kecil yang disampaikan pemerintah, terdapat ribuan anak yang mengalami keracunan dan keselamatannya terancam, sehingga tidak bisa dianggap sepele. Lembaga tersebut juga menegaskan bahwa data jumlah korban keracunan tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.
Sementara itu, Ketua PGRI Jawa Tengah yang juga Senator DPD RI asal Jawa Tengah, Muhdi, mengkritik wacana pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk guru non-aparatur sipil negara (ASN) di sekolah negeri. Menurutnya, kebijakan tersebut tidak tepat sasaran, mengingat saat ini tidak ada lagi tenaga honorer di sekolah negeri.







