Koma.id– Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Arif Fakhruddin, menilai program ini memiliki potensi besar untuk memperbaiki gizi siswa dan ibu hamil di seluruh Indonesia, namun masih menghadapi tantangan serius dari sisi pelaksanaan.
Serangkaian insiden keracunan massal yang sempat terjadi menunjukkan masih lemahnya aspek kualitas pelaksanaan, sistem pengadaan, proses distribusi, serta keamanan dan kebersihan pangan.
“Pemerintah bersama seluruh mitra pelaksana harus memastikan setiap makanan yang disajikan tidak hanya menjangkau banyak jiwa, tetapi juga aman dan sesuai standar keamanan pangan,” ungkap Arif, Minggu, (19/10/2025).
Selain itu, MUI juga menekankan pentingnya memperhatikan aspek kehalalan dan ketayyiban yang berarti kebaikan, keamanan, dan kebersihan.
“Kehalalan dan ketayyiban ini adalah aspek penting dalam penyediaan pangan, sehingga program MBG ini tidak akan menimbulkan bahaya bagi penerima manfaat,” ujar Arif.
Untuk memperkuat pengawasan, Arif mengusulkan agar ulama dan ahli gizi muslim turut dilibatkan dalam proses pengawasan penyediaan makanan. Ia juga meminta pemerintah memberikan edukasi soal adab makan dan kebersihan kepada para siswa penerima manfaat MBG.
“Tugas kita semua untuk memberikan edukasi,” ujar Arif.







